2 WNI Lolos Hukuman Mati di Saudi Dipulangkan

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 24 April 2019 15:02
2 WNI Lolos Hukuman Mati di Saudi Dipulangkan
Keduanya sempat dituding berbuat sihir oleh majikan.

Dream - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Arab Saudi di Riyadh telah membebaskan dua orang wanita Warga Negara Indonesia (WNI) dari ancaman hukuman mati. Kedua wanita itu berprofesi sebagai pekerja migran.

Sumartini binti Manaungi Galisung asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Warnah binti Ni'ing asal Karawang, Jawa Barat, dipulangkan ke Tanah Air.

Keduanya diperkirakan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta hari ini, Rabu 24 April 2019 sekitar pukul 13.20 WIB.

Dua WNI ini diancam hukuman mati setelah dituduh oleh majikannya melakukan sihir kepada keluarganya. Si majikan lalu melaporkan ke pihak berwajib.

Namun begitu, tuntutan tidak hanya berasal dari majikan saja. 15 orang anggota keluarga majikan juga menuntut agar Sumartini dan Warnah divonis mati.

Pengadilan Pidana Riyadh telah menjatuhkan hukuman mati terhadap keduanya pada 10 tahun lalu. Vonis dibacakan dalam persidangan pada 7 Januari 2009.

Melalui jalur diplomasi, KBRI berhasil membebaskan keduanya. Pengadilan Banding Riyadh akhirnya menganulir vonis Pengadilan Pidana Riyadh dan membebaskan keduanya.

1 dari 1 halaman

Sempat Dihalangi

Usai vonis Pengadilan Banding dibacakan, KBRI menjemput keduanya di tahanan. Sayangnya, pihak majikan dan keluarganya masih tidak terima dengan vonis tersebut.

Mereka berusaha menghalangi upaya penjemputan Sumartini dan Warnah oleh tim KBRI. Bahkan mereka sampai meminta aparat yang berwajib untuk tetap menahan dua WNI tersebut.

Sempat terjadi perdebatan alot antara KBRI dengan otoritas Saudi. Akhirnya, pada Selasa, 23 April 2019 pukul 15.20 waktu setempat, keduanya bisa dipulangkan ke Tanah Air menggunakan pesawat Omar Air.

Dubes RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengatakan penyelamatan WNI dari ancaman hukuman mati ini bukan pertama kalinya terjadi. Sejak menjabat sebagai Dubes selama 3 tahun 4 bulan, Agus mengaku telah menangani kasus serupa sebanyak sembilan kali.

" Semoga Allah memberikan kebebasan para WNI yang kasus hukumnya masih dalam proses pengadilan. Pesan Presiden untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada semua WNI menjadi semangat KBRI Riyadh," ujar Agus. (ism)

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya