Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kemenag Gelar Konferensi Pers Soal Hari Santri Nasional.
Dream - Pemerintah resmi menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (HSN). Hal itu tertuang dalam Keputusan Presiden yang saat ini tengah menunggu diterbitkan.
Penetapan tanggal merujuk pada peristiwa Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asyari. Resolusi tersebut dimaksudkan agar kalangan santri turut serta berjuang mempertahankan kemerdekaan.
" " Ini untuk mengingat bagaimana perjuangan panjang para santri memertahankan Tanah Air. Dan santri jangan dimaknai satu subjek tersendiri. Tetapi, komunitas yang satu, umat muslim," ujar Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin saat konferensi pers di Kantor Kemenag, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2015.
Amin memastikan, penetapan HSN ini tidak dimaksudkan untuk menciptakan eksklusivitas. Dia berharap HSN justru dimaknai sebagai momentum untuk mengingat sejarah Indonesia.
Adanya HSN juga diharapkan membuat hubungan Islam di Indonesia dapat lebih kokoh. Selain itu, HSN dapat menjadi contoh model keberagamaan di dunia.
HSN pada prinsipnya ingin mengingatkan publik pada peran tokoh-tokoh pendiri ormas Islam seperti Ahmad Dahlan dan Hasyim Asyari. Amin bahkan menganggap keddua tokoh ini sebagai mahasantri. " Nafas jiwanya Islam namun darahnya Merah Putih," tegas Amin.
Tak hanya lingkup nasional, Kemenag berharap HSN bisa menjadi penanda penting hubungan agama dan negara bagi dunia Internasional. " Relasi Islam di Indonesia terkonfirmasi dengan penetapan Hari Santri ini," jelas Amin.
Dia mengaku Kemenag sampai saat ini belum menerima salinan surat Keppres. Namun Amin memastikan, Presiden Joko Widodo sudah menandatangi surat tersebut. " Iya, SK belum keluar, tapi sudah ditandatangi oleh Presiden," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya