647 Calon Jemaah Haji Tarik Dana Pelunasan Haji

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 24 Juni 2020 14:01
647 Calon Jemaah Haji Tarik Dana Pelunasan Haji
Dari jumlah tersebut, 601 nama sudah terbit SPM.

Dream - Selang tiga pekan usai pembatalan haji 2020, calon jemaah yang mengajukan penarikan dana pelunasan ongkos ke Tanah Suci terus bertambah. Hingga kini para calon jemaah haji yang menarik dananya belum menemukan adanya kendala 

" Sejak 3 Juni atau sehari setelah pengumuman pembatalan keberangkatan, sampai hari ini (Selasa, 23 Juni 2020) sudah 647 jemaah ajukan pengembalian setoran pelunasan," ujar Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis, melalui laman Kemenag.

Muhajirin mengatakan sejauh ini belum ditemui kendala dalam proses pengembalian dana setoran pelunasan. Waktu prosesnya masih tetap berjalan sembilan hari dari pengajuan permohonan hingga dana ditransfer ke rekening calon jemaah.

" Dari 647 yang mengajukan, sebanyak 601 sudah terbit SPM (Surat Perintah Membayar) dari BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) dan sudah diterima BPS (Bank Penerima Setoran) Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji)," kata dia.

" Kalau sudah ada SPM, BPS Bipih tinggal menstransfer ke rekening jemaah," ucap dia melanjutkan.

Lebih lanjut, Muhajirin mengatakan 647 calon jemaah tersebut tersebar di 34 provinsi. Lima provinsi dengan jumlah calon jemaah terbanyak mengajukan permohonan penarikan kembali yaitu Jawa Timur sebanyak 124 orang, Jawa Tengah 111 orang, Jawa Barat 99 orang, Sumatera Utara 48 orang, dan Lampung 37 orang.

Sedangkan provinsi dengan jumlah jemaah mengajukan penarikan kembali hanya satu orang yaitu Maluku, Papua, Bangka Belitung, dan Kalimantan Utara.

1 dari 4 halaman

Saudi Gelar Haji Secara Terbatas, Ini Tanggapan Menteri Agama

Dream - Menteri Agama Fachrul Razi mengapresiasi keputusan Arab Saudi yang menggelar ibadah haji 1441 H/2020 M namun dengan pembatasan ketat. Haji tahun ini hanya boleh dijalankan oleh jemaah asing yang sudah mukim di wilayah Saudi, bukan berangkat dari negara lain.

" Atas nama pemerintah, saya selaku Menteri Agama mengapresiasi keputusan Saudi yang mengedepankan keselamatan jemaah dalam penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M," ujar Fachrul melalui keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 23 Juni 2020.

Salah satu pertimbangan Saudi menggelar haji terbatas yaitu kesehatan dan keselamatan jemaah. Menurut Fachrul, keselamatan jemaah memang harus dikedepankan, karena agama juga mengajarkan mencegah kerusakan harus dikedepankan daripada mengejar manfaat.

" Keputusan Saudi sejalan dengan dasar pembatalan keberangkatan jemaah Indonesia yang diumumkan 2 Juni lalu, yaitu keselamatan jemaah haji," ujar Fachrul.

Sebelumnya pada kesempatan terpisah, Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, menyatakan sudah menerima pemberitahuan resmi terkait pelaksanaan haji dari Kementerian Haji dan Umrah Saudi.

2 dari 4 halaman

Faktor Keselamatan Jadi Prioritas

Dia menyatakan keputusan Saudi menggelar haji secara terbatas didasarkan pada pertimbangan faktor keselamatan jemaah di tengah pandemi Covid-19.

" Dalam rilis dijelaskan bahwa maksud dari sangat terbatas adalah hanya bagi warga negara Saudi dan warga asing dari negara mana saja yang ingin beribadah haji, namun sekarang sudah berada atau berdomisili di Saudi. Itupun dalam jumlah terbatas," kata Endang.

Menurut Endang, Saudi juga akan memastikan pelaksanaan manasik berjalan secara aman dan sehat. Diterapkan keharusan menjaga jarak antar-jemaah untuk memenuhi protokol kesehatan.

Dia mengatakan hal ini sejalan dengan tujuan syariat untuk melestarikan dan menjaga jiwa manusia.

" Keputusan ini berasal dari kepedulian Khadimul Haramain terhadap keamanan dan keselamatan pengunjung kedua Masjid Suci," kata dia.

3 dari 4 halaman

Meski Risiko Tinggi, Ini Alasan Saudi Tetap Gelar Haji

Dream - Kementerian Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan ibadah haji 1441 H/2020 M tetap digelar. Tetapi dengan pembatasan yang sangat ketat terutama jumlah jemaah.

Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan masih terjadinya pandemi Covid-19. Juga untuk menjaga kesehatan masyarakat dunia.

" Diputuskan bahwa haji untuk tahun ini (1441 H/2020 M) akan dilaksanakan. Jemaah sangat terbatas dari seluruh kewarganegaraan yang telah bermukim di Arab Saudi, dapat melaksanakannya," demikian keputusan dari Kementerian Haji dan Umrah Saudi yang diunggah di akun Twitter resmi Kementerian Luar Negeri Saudi, @KSAmofaEN.

Jemaah yang dibolehkan melaksanakan haji adalah seluruh warga negara asing yang telah menetap atau sedang berada di dalam Saudi. Penerbangan internasional hingga saat ini belum dibuka.

 

4 dari 4 halaman

Risiko Terlalu Tinggi

Tahun lalu ada sekitar 2,5 juta jemaah yang melaksanakan haji. Tetapi skala penyebaran Covid-19 saat telah meluas ke seluruh penjuru dunia menandakan orang-orang tidak dapat bepergian ke wilayah Kerajaan untuk turut melaksanakan haji.

" Keputusan ini diambil untuk memastikan haji dijalankan dengan kebiasaan aman berdasarkan perspektif kesehatan masyarakat, sembari terus melaksanakan upaya pencegahan dan penerapan protokol jaga jarak," demikian lanjut Kementerian.

Pada musim haji tahun lalu ada lebih dari 1,8 juta jemaah dari berbagai negara datang ke Saudi. Kementerian Haji mengatakan tahun ini risiko penularan penyakit antara negara-negara dan peningkatan kasus infeksi secara global terlalu tinggi.

Kementerian menyatakan prioritas utama Saudi adalah selalu memastikan umat Islam dapat melaksanakan haji dan umrah secara aman dan selamat.

(Sumber: Arab News)

Beri Komentar