Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Tiga pemenang Nobel mengunjungi para pengungsi Rohingya di Cox Bazar, Bangladesh. Tiga pemenang Nobel itu antara lain, Tawakkol Karman dari Yaman, Shirin Ebadi dari Iran, dan Mairead Maguire dari Irlandia Utara, berada di Bangladesh untuk menilai kondisi para pengungsi Rohingya, termasuk kekerasan terhadap perempuan.
Dilaporkan Anadolu Agency, mereka dijadwalkan mengunjungi kamp pengungsi Balukhali kemarin (Senin, 26 Februari 2018). Karman mengatakan mereka akan menjalani proses penilaian hingga Kamis, 1 Maret 2018.
"Kekerasan militer di Myanmar telah menciptakan impunitas total dan mempertahankan sistem amelawan etnis minoritas," ucap Karman.
Menurut Karman, pemerintah Myanmar menolak hak-hak dasar Rohingya, "termasuk hak kewarganegaraan penuh, kepemilikan tanah dan pendidikan."
"Ada hampir 700.000 orang Rohingya di kamp-kamp di Bangladesh, para pengungsi memiliki alasan untuk takut kembali ke Myanmar," ucap dia.
Karman menyebut ribuan orang Rohingya telah dieksekusi dan pemukiman di desa dibakar oleh militer negara. Selain itu, para perempuan yang dirudapaksa "tak terhitung jumlahnya".
"Perempuan Rohingya yang mengalami trauma fisik akibat perkosaan terus melintasi perbatasan ke Bangladesh," ucap dia.
Saat ini, kata dia, perempuan pengungsi Rohingya yang memiliki akses perawatan traumatik berjumlah kurang dari 20 persen. Dia mengatakan "kebutuhan mereka" sebagian besar tidak terpenuhi di kamp-kamp pengungsian.
Dia juga mengemukakan kekhawatiran tentang laporan perempuan dan anak perempuan yang diperdagangkan selama mengungsi.
(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari