Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Dia Menggambar Suasana Desanya Setiap Hari Selama 33 Tahun Diculik.
Dream - Baru-baru ini, seorang lelaki dipertemukan kembali dengan ibu kandungnya selepas 33 tahun terpisah akibat diculik.
Lahir dan tumbuh besar di sebuah perkampungan di Yunnan, China, Li Jingwei dibawa lari oleh seorang tetangga sejak umur 4 tahun.
Dia kemudian dijual kepada sebuah sindikat perdagangan manusia yang kemudian menyalurkan Li ke sebuah keluarga yang tinggal lebih 1,700 kilometer dari kampung halamannya.
Rekaman video memperlihatkan Li bertemu kembali dengan ibunya telah menyentuh hati netizen.

Ibunya tampak seakan tidak percaya bahwa satu hari nanti dia akan bertemu kembali anaknya yang telah lama hilang.
Ji mengetahui kalau wanita yang ada di hadapannya adalah ibunya setelah keduanya menjalani tes DNA.
" Sudah bertahun-tahun berlalu, saya tidak tahu jika apakah ada keluarga yang mencari saya sebelum ini.
" Saya cuma ingin bertemu kembali dengan ibu dan bapak saya jika mereka masih ada," kata Li.
Sayangnya, pertemuan yang mengharukan tersebut tak bisa disaksikan oleh ayah Li karena pria itu sudah meninggal dunia.
Li bisa menemukan kembali keluarganya karena dia terus mengingat tempat asalnya dengan cara menggambar kampung halamannya setiap hari.

Pria yang sekarang berusia 37 tahun itu dia tidak pernah melupakan desanya sejak dia diculik.
Dia bahkan menggambar peta desa, terutama jalan menuju rumahnya, setidaknya sekali sehari agar ingatannya tidak hilang.
Gambar sketsa itu memiliki detail yang sangat teliti. Termasuk penggambaran letak rumah, sungai, jalan, pohon. Termasuk posisi sawah dan kolam yang ada di dekat rumah orangtuanya.
Hasil karya Li tersebut ternyata memudahkan pekerjaan polisi dalam mencocokkan gambar itu dengan peta sebuah desa di barat daya wilayah Zhaotong, Provinsi Yunnan.
Meski menjadi korban perdagangan manusia, Li mengaku keluarga angkatnya memperlakukan dirinya dengan baik. Li bahkan sudah memiliki keluarga sendiri.
Hingga saat ini, masih belum ada kepastian apakah polisi telah melakukan penyelidikan atau penangkapan terkait kasus perdagangan manusia ini.
Sumber: Lobak Merah
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam