Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi/shutterstock
Dream - Salah satu masalah saat menjalani puasa adalah munculnya aroma tak sedap dari mulut. Namun hal itu bukan perkara besar.
Bau mulut di bulan Ramadan sebenarnya hal yang normal terjadi. Kondisi tersebut disebabkan berkurangnya produksi air liur sehingga bakteri di mulut menjadi lebih banyak.
Bau mulut atau halitosis biasanya berkaitan dengan kesehatan mulut seseorang. Secara umum, bau mulut timbul karena sisa makanan, bakteri, dan kotoran yang ada di mulut.

Sisa makanan yang terlalu lama berada di dalam mulut akan dihancurkan oleh bakteri sehingga menimbulkan bau tidak sedap.
Penyebab lainnya adalah kurang sehatnya gigi kita. Gigi berlubang atau yang bermasalah pada gusi seringkali menjadi penyebab keluarnya darah dari gusi. Alhasil bau mulut pun muncul.
Untuk itu, Sahabat Drema harus tetap lakukann beberapa cara ini agar puasa lancar tanpa hambatan akibat bau mulut.
Setiap kali kamu menggosok gigi, sisa makanan atau plak yang tersangkut di gigi bisa terbebaskan dari penumpukan bakteri.
Hal ini terjadi, karena setiap makan sesuatu yang mengandung gula, bakteri pada plak gigi memproduksi asam yang menyerang gigi sekaligus e-mail gigi.
Serangan beruntun bisa menyebabkan lapisan email gigi rusak dan menyebabkan gigi berlubang. Plak yang tidak segera dibuang juga bisa menjadi mengeras, sehingga mempersulit menjaga kebersihan gigi.
Rutin Kontrol Gigi 6 Bulan Sekali
Untuk menghindarkan diri dari bau mulut, kamu bisa melakukan kontrol gigi secara rutin.Biasanya dokter menganjurkan setiap 6 bulan sekalii.
Kamu bisa memilih melakukannya sebelum mulai berpuasa Ramadhan atau setelah lebaran.
Untuk mencegah terjadinya bau mulut dan masalah pada gigi di bulan Ramadan, kamu harus mencoba membatasi asupan makanan yang mengandung gula tinggi.
Sejumlah penelitian membuktikan bahwa konsumsi makanan manis berpengaruh pada terjadinya karies gigi (gigi berlubang). Yang pada akhirnya menyebabkan bau mulut.
Hindari Konsumsi Makanan yang Berpotensi Membuat Mulut Bau
Bawang adalah salah satu penyebab terjadinya bau mulut. Bahkan menyikat gigi setelah kamu memakannya tidak akan membantu menghilangkan bau mulut tak sedap yang diakibatkannya.
Zat penyebab bau mulut pada bawang akan masuk ke dalam aliran darah dan menuju ke paru-paru.
Untuk menghindarkan bau mulut selama bulan Ramadan ini, hindari makanan yang berpotensi bau ya.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya