Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Arab Saudi mengumumkan kembali lima kematian terbaru akibat virus sindrom pernafasan akut Timur Tengah atau MERS. Dengan korban terbaru ini berarti mereka yang meninggal dunia akibat virus yang disebarkan kelelawar dan unta di Saudi ini mencapai 157 orang. Angka ini terhitung sejak virus itu muncul pada 2012 lalu.
Seperti dilansir Al Arabiya, Jumat 16 Mei 2014, hingga kini total ada 511 kasus pasien yang terjangkit MERS. Data Kementerian Kesehatan Saudi menyebut ada 16 kasus infeksi terbaru MERS.
Data Kementerian Kesehatan Saudi menyebut, lima orang yang meninggal itu yakni tiga perempuan, semuanya berusia sekitar 60 tahun. Mereka meninggal di Ibu Kota Riyadh. Sementara dua lainnya merupakan pria berusia 56 tahun dan 57 tahun dan meninggal di kota pelabuhan Jeddah.
Arab Saudi sejauh ini menyumbang porsi terbesar dari 571 kasus virus MERS di seluruh dunia yang dilaporkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sebanyak 171 di antaranya telah terbukti berakibat fatal.
Kasus virus MERS juga telah ditemukan di 16 negara lainnya. Tetapi hampir semuanya merupakan mereka yang berasal dari, atau baru-baru ini bepergian ke, kawasan Timur Tengah.
Para peneliti telah mengidentifikasi unta sebagai kemungkinan sumber asli virus itu. Sementara Kementerian Pertanian Saudi pada Ahad kemarin mendesak agar mereka yang menangani unta untuk memakai topeng dan sarung tangan.
MERS dianggap lebih mematikan tapi kurang menular dibandingkan dengan sepupunya dari virus SARS, yang muncul di Asia pada 2003 dan menginfeksi 8.273 orang. Dalam kasus itu, sembilan persen di antaranya meninggal.
Seperti SARS, virus ini menyebabkan infeksi paru-paru, di mana pasien menderita batuk-batuk dan kesulitan pernapasan. Tetapi MERS juga menyebabkan gagal ginjal yang cepat. (Ism, Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya