Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Arab News
Dream - Komite Darurat Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) menyatakan penyebaran penyakit sindrom Pernapasan akut asal Timur Tengah (MERS) belum termasuk kejadian luar biasa internasional. Keputusan itu diambil setelah sejumlah ahli WHO bertemu di Jenewa, Swis, pada Selasa 13 Mei.
" Komite menyimpulkan bahwa kondisi darurat untuk kesehatan masyarakat internasional belum ditemukan," demikian dikutip Dream.co.id dari laman resmi WHO, Kamis 15 Mei 2014.
Dalam pertemuan yang digelar Selasa 13 Mei itu, Komite melakukan telekonferensi dengan tiga belas negara yang sejak Desember tahun lalu menjadi tempat penyebaran MERS. Tiga belas negara itu adalah Mesir, Yunani, Yordania, Kuwait, Lebanon, Malaysia, Oman, Filipina, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, dan Yaman.
Keputusan itu juga diambil berdasarkan hasil observasi tim yang dikirim WHO ke Arab Saudi pada 28 April hingga 5 Mei yang lalu. Laporan observasi itu mencatat soal peningkatan penyebaran dan bentuk penyebaran MERS.
" Negara terdampak memberikan informasi tentang kejadian terkini di negara mereka, termasuk langkah pencegahan dan perhatian mereka saat ini."
Meski belum menetapkan penyebaran MERS sebagai kejadian luar biasa, Komite WHO itu menekankan pentingnya perhatian semua negara untuk tetap waspada terhadap penyebaran MERS.
Sekretariat WHO akan terus memberikan perkembangan terbaru. Komite Darurat akan kembali bertemu pada Juni mendatang atau sebelumnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya