Ada Bukti yang Menunjukkan Pembakaran Desa Muslim Rohingya

Reporter :
Minggu, 3 September 2017 16:15
Ada Bukti yang Menunjukkan Pembakaran Desa Muslim Rohingya
Human RightsWatch sebelumnya memiliki data yang mengindikasikan adanya pembakaran di 17 situs terpisah di Rakhine utara

Dream - Human RightsWatch memperlihatkan bukti kekejaman pemerintah Myanmar melalui tentaranya terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine. Sebuah citra satelit terbaru memperlihatkan beberapa ratus bangunan yang terbakar di negara bagian Myanmar itu.

Menurut citra satelit itu, sebanyak 700 bangunan terbakar di desa CheinKhar Li di Distrik Rathedaung. Jumlah tersebut bisa dibilang seperti aksi penghancuran total terhadap desa Rakhine.

Human RightsWatch meminta negara yang sebelumnya bernama Burma itu untuk segera memberikan akses kepada pemantau independen untuk menentukan sumber-sumber kebakaran.

Mereka juga mengungkapkan adanya dugaan pelanggaran berat HAM terhadap pengungsi etnis Rohingya yang telah melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh. " Citra satelit baru ini menunjukkan kehancuran total sebuah desa Muslim, dan ini menimbulkan kekhawatiran serius bahwa tingkat kehancuran di negara bagian Rakhine utara mungkin jauh lebih buruk daripada yang diperkirakan selama ini," kata PhilRobertson, wakil direktur Human RightsWatch Asia, seperti dikutip dari hrw.org.

" Ini hanyalah satu dari 17 situs dimana pembakaran telah terjadi. Dibutuhkah pemantau independen di lapangan untuk segera mengungkap apa yang sedang terjadi di sana," tambahnya.

Badan pemerhati HAM wilayah Asia itu mengidentifikasi total 700 bangunan yang hancur di CheinKhar Li setelah menganalisis citra satelit yang direkam pada 31 Agustus 2017.
Citra satelit menunjukkan bahwa 99 persen desa hancur. Tanda-tanda kerusakannya konsisten karena kebakaran. Termasuk adanya bekas area bakar yang luas serta pohon-pohon yang hancur dan hangus.

Human RightsWatch sebelumnya memiliki data yang mengindikasikan adanya pembakaran di 17 situs terpisah di Rakhine utara yang direkam antara 25 dan 30 Agustus 2017. Pembakaran itu imbas dari serangkaian serangan terkoordinasi oleh pejuang Muslim Rakhine Arakan RohingyaSalvation Army (ARSA) pada 25 Agustus pagi terhadap puluhan kantor polisi, pos pemeriksaan pemerintah, kantor pemerintah, dan pangkalan militer Burma.

Satelit pada awalnya mendeteksi kebakaran aktif pada sore hari tanggal 25 Agustus di desa Koe Tan Kauk, yang berada dekat dengan CheinKhar Li. Pemerintah Burma menyalahkan pembakaran itu kepada gerilyawan ARSA dan warga desa Rohingya yang menurut pemerintah membakar rumah mereka sendiri.

Namun pemerintah Burma belum bisa memberikan bukti apapun untuk mendukung tuduhan tersebut. Mereka juga tidak pernah bisa menunjukkan bukti atas tuduhan serupa selama pembakaran desa-desa Rohingya antara bulan Oktober dan Desember 2016.

Human RightsWatch mendesak Aung San SuuKyi untuk membuka akses bagi tiga anggota Misi Pencarian Fakta yang dibentuk oleh Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa.

" Tim pencari fakta PBB harus mendapatkan kerja sama penuh dari pemerintah Burma dalam memenuhi tugas merkea untuk menilai adanya pelanggaran HAM di Negara Bagian Rakhine," jelas Robertson.

[crosslink_1]

Beri Komentar
Detik-detik Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan