KPAI: Jumlah Aduan Kekerasan Anak Turun tapi Makin Pelik

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 18 Desember 2017 19:02
KPAI: Jumlah Aduan Kekerasan Anak Turun tapi Makin Pelik
Aduan pada kasus anak berhadapan dengan hukum mencapai 1209 kasus.

Dream - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat menerima 3.849 aduan masyarakat mengenai kasus perlindungan anak masuk sepanjang tahun 2017. Angka aduan tersebut mengalami penurunan dibanding dengan tahun 2016 yang berjumlah 4.647 aduan.

" Penurunan itu terjadi karena adanya lembaga-lembaga perlindungan anak di daerah, sehingga kasus pelanggaran anak cukup diadukan ke lembaga terdekat di daerah," kata Ketua KPAI Susanto di Kantor KPAI, Jakarta, Senin, 18 Desember 2017.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 238 kasus sosial dan anak dalam situasi darurat, sementara itu untuk kasus dalam keluarga dan pengasuhan mencapai 593 kasus.

Sementara kasus menyangkut anak dalam lingkungan agama, dan budaya tercatat mencapai 208 kasus, hak sipil dan partisan mencapai 132 kasus, kesehatan dan Napza mencapai 255 kasus, pendidikan mencapai 358 kasus, pornografi dan kejahatan siber mencapai 514 kasus, serta anak berhadapan dengan hukum mencapai 1209 kasus.

Aduan ke KPAI Turun, Kompleksitas Kekerasan Anak Meningkat© MEN

Adapun untuk kasus penjualan anak dan eksploitasi KPAI mencatat sebanyak 293 kasus dan kasus perlindungan anak lainnya mencapai 49 kasus.

Susanto menuturkan turunnya jumlah aduan ke KPAI dipengaruhi meningkatnya advokasi perlindungan anak dan perilaku masyarakat.

" Model-model pengarusutamaan perlindungan anak pada lembaga penyelenggaraan perlindungan anak mulai bertumbuh seperti, sekolah ramah anak, puskesmas ramah anak," ucap dia.

Meski secara jumlah kasus kekerasan pada anak berkurang, KPAI tak memungkiri munculnya model kekerasan anak baru. Susanto mengatakan kualitas dan kompleksitas kasus kekerasan terhadap anak semakin meningkat.

" Dilihat misalnya, kasus video porno, serta kasus-kasus yang masih terjadi di Tanah Air," ujar dia.

(Sah)

 

 

Beri Komentar