Aksi Bela Palestina, Menag Sempat Disoraki Saat Orasi

Reporter : Syahid Latif
Minggu, 17 Desember 2017 11:50
Aksi Bela Palestina, Menag Sempat Disoraki Saat Orasi
Inisiator aksi berhasil menenangkan massa dan mengingatkan tujuan dari Aksi Bela Palestina.

Dream - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin bergabung dengan massa aksi bela Palestina di Monas, Jakarta, Minggu, 17 Desember 2017. Kehadiran Lukman yang sempat menyampaikan pidato sempat disoraki massa.

Dikutip Dream dari laman Merdeka.com, Lukman tampak hadir dengan mengenakan pakaian serba putih. Inisiator aksi tersebut berinisiatif memberikan kesempatan pada Lukman untuk menyampaikan orasinya.

Saat mengucapkan salam kepada massa dan para tokoh yang hadir dipanggung, massa aksi kompak menyoraki Menag. 

Melihat massa yang terus menyoraki Menag, Wakil Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri MUI, Zaitun Rasmin mencoba menenangkan massa dengan mengingatkan kembali musuh yang sedang dihadapi dalam Aksi Bela Palestina itu.

" Kita semua menghormati simbol negara. Jelas, musuh kita jelas. Trump musuh kita, apalagi kalau tidak mencabut keputusannya. Kita persilakan kembali untuk Menag," ujarnya.

Ajakan tersebut berhasil menenangkan massa dan Lukman kembali melajutkan pidatonya.

" Saya ingin sampaikan kepada seluruh ormas. Ada yang bertanya kepada saya, apakah Menteri Agama layak hadir acara ini? Bukankah tugas pemerintah laksanakan konstitusi. Bukan kah pemerintah laksanakan aspirasi masyarakat. Saya menjawab betul, kita bersyukur pemerintah kita sudah maksimal dan optimal agar Palestina dapat hak-haknya," kata Lukman.

Di tengah-tengah pidatonya, sorakan kepada Menag ternyata tak pernah berhenti.

Di atas panggung, Lukman kembali menyampaikan jika Presiden Joko Widodo saat menghadiri sebuah acara negara yang dihadiri negara-negara Islam (Forum OKI) sudah menyampaikan sikap Indonesia yang tidak menyetujui sikap Presiden AS Donald Trump yang menyatakan Yerusalem merupakan Ibu Kota Israel.

" Ini untuk diketahui bukan ria, bukan sombong tapi untuk diketahui bahwa Bapak Presiden hadir langsung di KTT di sana, beliau sampaikan pertama apa yang menjadi kebijakan soal pengakuan sepihak itu sesuatu yang dianggap tidak ada sama sekali. Setiap di negara OKI untuk tidak mengakui.

Sikap kedua yang disampaikan Presiden, ungkap Lukman adalah mengajak negara OKI untuk tidak mengakui ibu kota baru Isreal tersebut. " Alhamdulillah diikuti negara-negara lain," jelas Lukman.

Lukman tetap coba bijaksana menyelesaikan pidatonya meski ada sejumlah suara yang bersorak.

Mengutip laman Kemenag, Lukman tiba di lokasi aksi sekitar pukul 06.20 WIB. Berpakaian serba putih, Menag tiba di panggung utama disambut Ust. Zaitun dan KH Marsudi Syuhud.

Menag lalu bergabung dengan pimpinan ormas NU, Muhamadiyah, Al Washliyah, FPI, Persis, dan lainnya di atas panggung.

Selain Menag, tampak hadir pula Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Wasekjen MUI Teuku Zulkarnain.

Tak lama berselang, Ketua MUI KH. Ma'ruf amin tiba di tempat. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), dan Ketua Kwarnas Adhiaksa Dault juga tampak tiba di tempat.

(Sah)

 

 

Beri Komentar