5 Kelemahan Corona Ini Dapat Mencegah Penyebarannya

Reporter : Reni Novita Sari
Rabu, 8 April 2020 09:01
5 Kelemahan Corona Ini Dapat Mencegah Penyebarannya
Apa saja kelemahan dari virus corona?

Dream - Sejauh ini, selain negara China, belum ada tanda-tanda pandemi virus corona covid-19 segera mereda. Hingga saat ini vaksin belum ditemukan, virus telah merenggut lebih dari 64 ribu jiwa.  

Secara khusus, di Indonesia, terjadi peningkatan kasus positif setiap harinya. Hal ini tentu meningkatkan kecemasan masyarakat Indonesia.

Karena vaksin anti corona belum ditemukan, pertahanan terbaik kita terhadap virus corona sementara ini adalah menjaga jarak fisik dengan orang lain.

Pemerintah terus menggalakkan imbauan untuk mencegah penyebaran virus corona makin meluas.

Terbaru, pemerintah meminta seluruh warga mengenakan masker, terutama masker kain, saat beraktivitas di luar rumah atau tempat umum.

Virus yang disebut berbahaya karena penularannya yang terbilang mudah, hanya melalui droplet maupun sentuhan, dan bersifat agresif sehingga harus diantisipasi sedetail mungkin.

Kabar baiknya, virus corona covid-19 ini memiliki kelemahan yang dapat digunakan untuk mencegah penyebarannya.

Apa saja kelemahannya? Berikut dilansir dari sehatQ.com, 5 kelemahan virus corona: 

1 dari 5 halaman

1.Virus Mati Menggunakan Sabun dan Air Mengalir

 cuci tangan© Ilustrasi foto : pixabay.com

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir telah terbukti membunuh kuman, bakteri, dan juga virus yang ada di tangan.

Inilah  sebabnya, kita dianjurkan untuk rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir untuk mencegah infeksi Covid-19.

Lalu, mengapa sabun efektif untuk membunuh virus corona? Jawabannya ada pada susunan virus itu sendiri. Virus corona pada intinya tersusun atas tiga bagian, yaitu:

  • DNA atau RNA yang menjadi inti dari virus
  • Protein yang merupakan bahan baku virus untuk memperbanyak diri
  • Lapisan lemak sebagai pelindung luarnya

Ketiga bagian tersebut sebenarnya tidak terikat dengan kuat satu sama lain. Sehingga, saat lapisan lemak tersebut hancur karena sabun, maka virus tersebut pun akan hancur dan mati.

Karenanya, imbauan untuk mencuci tangan adalah langkah yang paling tepat dan sangat efektif untuk mencegah penularan Covid-19.

Jika kita rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, maka kemungkinan virus berpindah dari tangan dan masuk ke dalam tubuh akan berkurang.

2 dari 5 halaman

2.Dikalahkan Imun yang Kuat

 olahraga© Ilustrasi foto : pixabay.com

Virus corona mudah dikalahkan dengan antibodi manusia yang kuat. Virus sejatinya akan sulit masuk dan menginfeksi tubuh manusia, jika manusia itu memiliki sistem imunitas atau antibodi yang kuat.

Sistem imun yang kuat didapatkan dari pola hidup sehat misalnya, rajin berolahraga dan rajin mengonsumsi sayur-sayuran serta buah-buahan.

Nutrisi yang ada dalam makanan dapat memberikan banyak manfaat yang berpengaruh pada sistem imunitas tubuh.

Kabar bahwa salah satu di antara kelemahan virus corona ialah sulit menginfeksi tubuh dengan antibodi yang kuat ini dibenarkan oleh sebuah penelitian yang dilakukan di Australia.

Mereka membuat sejumlah eksperimen dengan pasien COVID-19 dan memantau kadar antibodinya setiap hari. Pada pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan, infeksi ini bisa sembuh dengan sendirinya selama daya tahan tubuhnya baik.

Memang masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut dalam skala yang lebih besar lagi untuk melihat pola “ peperangan” antara virus corona dan antibody manusia. Namun, penelitian tersebut bisa dijadikan acuan pentingnya menjalani gaya hidup yang sehat agar tidak mudah terserang suatu penyakit.

3 dari 5 halaman

3. Dimusnahkan dengan Disinfektan

 disinfektan© Ilustrasi foto : pixabay.com

Virus corona yang menyebabkan COVID-19 cukup lemah jika dihadapkan dengan bahan disinfektan. Hal ini serupa dengan virus corona lainnya, yang menyebabkan SARS dan MERS.

Berdasarkan hasil penelitian, virus tersebut dapat dinonaktifkan dengan bahan disinfektan yakni, alkohol dengan kadar 60-70 persen, hidrogen peroksida 0,5 persen, atau sodium hipoklorit dengan kadar 0,1 persen dalam waktu satu menit.

Hal inilah yang mendasari mengapa saat ini digencarkan penyemprotan disinfektan secara massal baik penyemprotan di sudut-sudut kota hingga di peralatan pribadi seperti di dalam rumah.

Menurut hasil perkembangan terbaru, cairan disinfektan ini tidak boleh disemprotkan di tubuh manusia yang hidup.

4 dari 5 halaman

4. Lemah di Suhu Panas

 berjemur© Ilustrasi foto : pixabay.com

Virus corona ditengarai mudah melemah pada suhu panas. Hanya saja, belum ada penelitian yang dapat membuktikan teori ini, yakni COVID-19 lemah terhadap panas.

Tetapi, pada virus corona yang menyebabkan penyakit SARS, suhu panas terbukti dapat melemahkan virus. Hal ini juga serupa dengan data yang diterbitkan oleh WHO bahwa virus penyebab SARS bisa terbunuh pada suhu 56 derajat celsius.

5 dari 5 halaman

5.Tidak Tahan Lama di Permukaan Benda

 kirim paket© Ilustrasi foto : pixabay.com

Virus corona memang bisa bertahan beberapa waktu di atas permukaan benda. Namun, seiring berjalannya waktu, virus ini tidak lagi cukup kuat untuk bisa menimbulkan infeksi.

Sehingga, WHO maupun Kementerian Kesehatan RI tidak melarang pengiriman paket antar negara karena risiko penularan melalui media pengiriman paket tersebut sangatlah rendah.

Beri Komentar
Melihat Kelanjutan Nasib Konser Tunggal Ayu Ting Ting