Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Shutterstock)
Dream - Setiap penyakit pasti ada penawarnya. Manusia hanya perlu mencari dan bersabar menemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit.
Kesembuhan bisa didapat baik melalui tanaman ataupun konsumsi obat kimia. Tentu, semua atas kehendak Allah SWT.
Pun demikian dengan air hujan. Biasa digunakan untuk bersuci, air hujan ternyata bisa juga untuk obat.
Air hujan cukup efektif menyembuhkan penyakit tertentu. Dampak mengonsumsinya juga bagus untuk tubuh.
Dikutip dari Bincang Syariah, ada cara menjadikan air hujan sebagai obat. Cara tersebut sudah dijalankan umat Islam sejak masa sahabat.
Langkah pertama, tampung air hujan lalu ambil seperlunya. Kira-kira cukup untuk minum selama tujuh hari.
Langkah kedua, air hujan dibacakan Surat Al Fatihah, Surat Al Ikhlas, Surat Al Falaq, Surat An Nas, dan Ayat Kursi. Masing-masing surat dibaca sebanyak 70 kali.
Langkah ketiga, air hujan tersebut diminum selama tujuh hari setiap pagi dan sore.
Tata cara pengobatan dengan air hujan ini diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW kepada para sahabat. Hal ini dapat dilacak dari riwayat yang disebutkan Imam Al Qalyubi dalam kitab An Nawadir.
" Diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda di hadapan para sahabatnya, 'Diajarkan kepadaku oleh Malaikat Jibril tentang satu obat yang tidak memerlukan kepada obat yang lain dan tidak pula membutuhkan kepada para tabib.' Kemudian Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali bertanya, 'Apa itu wahai Rasulullah? Sesungguhnya kami sangat membutuhkan obat itu?’ Kemudian Rasulullah SAW berkata, 'Ambillah secukupnya dari air hujan, lalu bacakanlah Surat Al Fatihah, Surat Al Ikhlas, Surat Al Falaq, Surat An Nas dan Ayat Kursi. Masing-masing dibaca 70 kali, dan diminum pada pagi dan petang selama tujuh hari. Demi Dzat yang mengutusku dengan benar sebagai seorang nabi, sesungguhnya Malaikat Jibril telah menyatakan kepadaku, 'Barangsiapa yang meminum air ini, niscaya Allah akan menghilangkan semua penyakit yang ada dalam tubuhnya dan menyembuhkan dari segala penyakit yang ada. Dan barangsiapa yang memberi air itu untuk istrinya dan tidur bersama istrinya, niscaya istrinya akan hamil dengan izin Allah SWT'."
Sumber: Bincang Syariah
Dream - Semua makanan pada prinsipnya berhukum halal kecuali jika ada dalil yang secara tegas menyatakan keharamannya.
Dalam Islam, seorang Muslim ditekankan untuk mengonsumsi makanan halal lagi baik, halalan thayyiban. Konsep thayyib menandai kualitas dari makanan itu.
Halal adalah istilah yang dipakai untuk menandai makanan yang boleh dikonsumsi seorang Muslim. Sedangkan thayyib berkaitan dengan kualitas, apakah sebuah makanan berbahaya bagi seseorang atau tidak.
Dikutip dari NU Online, konsep ini sejalan dengan Surat Al Maidah ayat 4.
Mereka menanyakan padamu, " Apa yang dihalalkan bagi mereka?" Katakanlah, " dihalalkan bagi mereka thayyibah (segala yang baik).
Makna ayat ini menandakan perlunya memperhatikan konsep thayyib pada makanan. Sebab, tidak thayyibnya makanan dapat menjadi sebab ketidakhalalannya.
Pakar fikih dan hadis KH Ali Mustafa Ya'qub menjelaskan persoalan keamanan produk pangan dan dampak bahayanya dengan istilah ad dlarar. Meski halal, suatu produk bisa berbahaya pagi penggunanya jika tidak dlarar.
Dlarar sendiri jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia bermakna " menimpakan kepada orang lain sesuatu yang menyakitkan dan tidak disukai." Sehingga, istilah ini mengacu pada kandungan yang tidak disukai, dapat menimbulkan penyakit serta dampak buruk lainnya.
Kiai Ali dalam bukunya Kriteria Halal-Haram Untuk Pangan, Obat dan Kosmetika Menurut Al Quran dan Hadits merinci beberapa kategori dlarar pada makanan. Kriteria tersebut menjadi penanda makanan bisa digolongkan haram atau tidak.
Dlarar pertama yaitu dilihat dari aspek bahaya menurut prinsip syariat Islam, maqashid asy syariah. Produk pangan bisa menjadi tidak halal jika terdapat dlarar berupa menimbulkan bahaya atas lima hal: agama, jiwa, keturnan, harta, dan akal.
Sebagai contoh mengonsumsi makanan yang secara tegas dilarang dalam nash Alquran dan hadis dapat membahayakan agama. Demikian pula, mengonsumsi racun dapat menimbulkan kematian.
Atau pula mengonsumsi makanan yang berbahaya untuk keturunan. Hal ini tentu sangat dilarang.
Dlarar kedua, berbahaya dari aspek dampak yang timbul. Setidaknya terdapat dua dampak bahaya pada makanan yang muncul cepat maupun lambat. Seperti mengonsumsi gula berlebih dapat memicu kegemukan ataupun diabetes.
Dlarar ketiga dilihat dari kondisi penggunanya. Maksudnya, bahaya mengonsumsi makanan muncul pada penggunanya sehingga sifatnya mutlak. Kerusakan yang terjadi bisa nyata, bisa juga bersifat relatif pada kondisi tertentu.
Seperti konsumsi gula pada penderita diabetes atau air pada penderita jantung. Gula atau air berlebih berbahaya bagi penyandang diabetes atau jantung.
Sedangkan dlarar keempat ditetapkan berdasarkan sifatnya. Dampak bahaya yang muncul dapat diamati secara langsung seperti sakit.
Keempat dlarar ini menunjukkan unsur bahaya bisa menjadi penyebab suatu makanan haram dikonsumsi. Jika produk pangan halal secara zatnya, makanan itu bisa diharamkan dalam kondisi tertentu.
Keharaman juga bisa ditetapkan pada proses pengolahan produk pangan. Misalnya, makanan diolah menggunakan zat kimia yang tidak pada tempatnya.
Sumber: NU Online
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya