Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menag Lukman Hakim Saifuddin (Kemenag.go.id)
Dream - Keberadaan kabar hoaks saat ini sudah menjamur. Masyarakat perlu berhati-hati agar tidak termakan isu menyesatkan karena kabar tidak benar tersebut.
Hoaks juga menjadi keresahan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. Mengingat kandungan bahaya yang besar dalam kabar hoaks, Lukman mengajak generasi muda menangkalnya dengan cara meniru tradisi periwayatan hadis setelah wafatnya Rasulullah Muhammad SAW.
Menurut Lukman, terdapat dua pendekatan yang kerap dipakai oleh para ulama dalam meriwayatkan hadis. Dua pendekatan tersebut yaitu memeriksa muatan hadis dan memeriksa sumber riwayatnya.
" Jika benar tidak ada unsur kebohongan, baru hadis tersebut disebarkan," ujar Lukman di hadapan para siswa pegiat Kerohanian Islam (Rohis) tingkat SMA/SMK di Tanjung Pandan, Belitung, dikutip dari kemenag.go.id, Selasa 6 November 2018.
Lukman menekankan tidak semua informasi bisa disebarkan. Menurut dia, setiap informasi harus disaring lebih dulu isinya, mempertimbangkan ada tidaknya manfaat di dalamnya.
Selain itu, sumber informasi juga harus dipastikan terpercaya atau tidak. Ini agar generasi muda tidak mudah terjebak ghibah dan fitnah.
" Membicarakan keburukan orang saja, meski benar, itu berdosa karena disebut ghibah, apalagi membicarakan keburukan yang ternyata salah atau fitnah," kata Lukman.
Lebih lanjut, Lukman mengatakan Islam adalah agama yang mengajak pada perdamaian dan kerukunan. Sehingga, Islam harus ditebarkan dengan cinta dan kasih sayang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya