Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Saat Menjadi Narasumber Dialog Lintas Agama Di Pangkalpinang (Kemenag.go.id)
Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, menegaskan agama hadir membawa pesan damai. Para utusan Tuhan dan orang suci, menyebarkan ajaran agama dengan cinta dan kasih sayang.
" Agama ditebarkan dengan rasa cinta dan kasih sayang, dan semangat dakwah itu mengajak bukan mengejek," ujar Lukman dalam Dialog Lintas Agama di Pangkalpinang, Bangka Belitung dikutip dari kemenag.go.id, Senin 5 November 2018.
Lukman mengatakan agama diturunkan oleh Tuhan ke dunia bertujuan mengangkat derajat manusia. Selain itu, agama juga dimaksudkan agar kehidupan manusia menjadi tertata.
" Agama hadir di tengah kita dalam rangka agar menjaga harkat martabat manusia. Tuhan menurunkan agama agar kehidupan sesama umat manusia berlangsung dengan baik," ucap dia.
Lukman juga menyoroti adanya perilaku menyimpang di tengah masyarakat. Dia menilai hal ini merupakan masalah komplek.
Dia mengingatkan agar masyarakat membedakan antara perilaku dengan pelakunya. Maksiat harus dilihat dari perbuatannya, bukan pada pelakunya.
" Kita harus mencegah perilaku maksiat maupun LGBT itu dengan proses penyadaran, bukan mengucilkan mereka," kata Lukman.
Lebih lanjut, Lukman mengingatkan salah satu tugas agamawan adalah mengajak dan membina pada kebaikan kepada para pelaku maksiat. Apapun alasan pelaku dalam bermaksiat.
" Agar keluar dari perilaku menyimpang tersebut, bukan mengucilkan atau mengasingkan mereka," kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya