Aktivitas Gempa Gunung Agung Tak Turun, Pengungsi Bertambah

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 28 September 2017 09:01
Aktivitas Gempa Gunung Agung Tak Turun, Pengungsi Bertambah
Faktor psikologis akibat bahaya meletusnya Gunung Agung membuat warga mengungsi.

Dream - Aktivitas vulkanik Gunung Agung di Klungkung, Bali, tetap tinggi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sejak pukul 00.00 hingga 18.00 WITA mencatat 329 kali gempa vulkanik dangkal, 444 kali gempa vulkanik dalam, dan 56 kali gempa tektonik lokal.

Kondisi ini menyebabkan jumlah pengungsi bertambah. Dari catatan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Selasa, 26 September 2017, jumlah pengungsi mencapai 75.673 menjadi 96.086 jiwa pada Rabu, 27 September 2017.

Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan saat ini ada 430 titik pengungsian di sembilan kabupaten dan kota. Sebaran pengungsi tersebut antara lain, Kabupaten Badung 15 titik (5.879 jiwa), Kabupaten Bangli 30 titik (5.076 jiwa), Kabupaten Buleleng 26 titik (16.901 jiwa), Kota Denpasar 27 titik (2.539 jiwa), Kabupaten Gianyar 13 titik (1.011 jiwa), Kabupaten Jembrana 29 titik (514 jiwa), Kabupaten Karangasem 100 titik (39.859 jiwa), Kabupaten Klungkung 162 titik (19.456 jiwa), dan Kabupaten Tabanan 27 titik (4.851 jiwa)

Sutopo mengatakan meningkatnya jumlah pengungsi ini karena masyarakat yang berada di luar zona berbahaya pun juga ikut mengungsi. Sebab, masyarakat tidak tahu posisi sebenarnya dari batas radius yang dilarang.

" Selain itu juga faktor psikologis akibat bahaya dari meletusnya Gunung Agung," ucap Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu, 27 September 2017.

Sutopo belum dapat memperkirakan sampai kapan masyarakat akan mengungsi. Selama status Awas, Sutopo mengingatkan, masyarakat tidak diijinkan melakukan aktivitas di radius berbahaya.

Saat ini, secara visual, asap kawah Gunung Agung teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 meter di atas kawah puncak. Untuk memberi peringatan dini, BNPB telah memasang lima unit sirene mobile iCast Rapid Deployment Public Notification System (iRADITIF) di sekitar Gunung Agung. Sirene ini dipasang sebagai pemberi peringatan aktivitas Gunung Agung. (ism) 

Beri Komentar