Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Http://www.news.com.au/)
Dream - Pasukan elit Inggris SAS kembali memperlihatkan kehebatannya dalam memerangi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Terbaru, seorang penembak jitu atau sniper SAS berhasil menghabisi algojo ISIS yang sedang memberikan latihan cara memenggal kepala kepada para pemuda.
" Tidak lama setelah dia berdiri di sana, tiba-tiba kepalanya hancur berantakan," kata seorang saksi menggambarkan kejadian mengenaskan yang dialami algojo ISIS tersebut.
Saat sedang mengajar sekelompok anak muda cara memenggal kepala, kepala algojo itu sendiri tiba-tiba meledak setelah ditembus sebutir peluru sniper Inggris dari jarak 1,2 kilometer.
The Daily Express mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan, senapan yang digunakan sniper adalah dari jenis DAN .338 yang dilengkapi dengan peredam 'untuk meredam suara tembakan dan meminimalkan percikan dari larasnya'.
Insiden ini dilaporkan terjadi di gurun terpencil di Suriah utara dua pekan lalu, setelah mendapat informasi dari agen mata-mata Inggris MI6.
Pasukan Inggris menerima informasi bahwa ISIS sedang melakukan latihan militer di sebuah desa kecil dekat sekolah. Mereka merekrut para pemuda bagaimana memenggal kepala orang menggunakan pisau, kapak dan pedang, The Mirror melaporkan.
Selama ini wilayah utara Suriah sulit diakses dan serangan udara menjadi tidak efektif. Karena itu SAS mengirim 8 personel untuk menghancurkan kamp pelatihan tersebut.
Ke-8 personel SAS itu kabarnya bersenjatakan senapan sniper, senapan mesin dan peluncur roket. Sementara 12 personel SAS lainnya menunggu di dekatnya dengan mengendarai kendaraan lapis baja, kata The Mirror.
Tidak jelas apakah tindakan ini sebagai pembalasan atas eksekusi lima mata-mata Inggris bulan lalu, yang dianggap sebagai 'ancaman langsung' bagi PM Inggris David Cameron.
Begitu juga identitas algojo yang dibunuh oleh penembak jitu SAS masih belum dirilis secara resmi.
Namun diyakini korban terakhir keganasan pasukan elit Inggris itu adalah warga Inggris sendiri bernama Siddhartha Dhar. Siddhartha kabarnya adalah pengganti Jihadi John. yang juga sama-sama warga Inggris, yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak akhir tahun lalu.
(Ism, Sumber: news.com.au)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya