Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi, Mengapa Gibran Belum Diajak?
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Riyadh Di Arab Saudi (Foto: Shutterstock.com/KhaledSaad001)
Dream - Untuk pertama kalinya, Arab Saudi dikabarkan akan mengizinkan penjualan alkohol dan sejenisnya di sebuah resort baru yang dijadwalkan dibuka tahun 2023.
Berdasarkan dokumen perencanaan yang ditinjau Wall Street Journal dan sumber-sumber yang mengetahui terkait proyek tersebut, mereka melaporkan bahwa yang diperbolehkan dijual adalah alkohol, wine, koktail, dan sampanye.
Padahal sebelumnya Arab Saudi diketahui melarang kepemilikan dan penjualan minuman alkohol. Hukuman yang diterapkan untuk pelanggar adalah dengan penjara, denda, bahkan cambuk.
Mengutip Times of Israel, resort tersebut berlokasi di Pulau Sindahlah yang merupakan bagian dari Laut Merah Neom. Hal ini dikatakan sebagai upaya Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MSB) untuk mendiversifikasi ekonomi negara teluk yang bergantung pada minyak.
Pulau tersebut terletak hanya beberapa mil dari Resor Sharm El Sheikh Mesir, tempat di mana minuman alkohol disajikan.
Walaupun dalam dokumen perencanaan itu tidak disebutkan jelas dengan kata 'alkohol', sumber-sumber lain yang dekat dengan proyek Neom mengonfirmasi kepada Wall Street Journal bahwa Sindalah akan menjual minuman beralkohol.
Sosok pangeran MBS sendiri dikenal sebagai pangeran yang membawa reformasi ekonomi dan budaya. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menarik wisatawan asing dan pebisnis untuk tinggal di negara tersebut.
MBS juga yang telah melonggarkan beberapa undang-undang di Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir. Diantaranya mengizinkan wanita untuk mengemudi, membuka kembali bioskop, dan mengizinkan jenis kelamin yang berbeda bercampur dengan bebas.
Neom adalah bagian dari strategi pariwisata senilai satu triliun dolar atau 15 quadrilliun rupiah untuk menjadikan Arab Saudi sebagai tujuan global. MBS melihat proyek tersebut untuk mencegah warga lokal berbelanja di negara lain dan juga untuk menciptakan sektor ekonomi alternatif baru dari minyak.
Berdasarkan survei konsumen tahun 2018, menunjukkan bahwa di antara ekspatriat dari berbagai negara, lebih dari 95 persen menyatakan bahwa alkohol merupakan aspek penting bagi mereka sebagai pertimbangan mereka untuk pindah ke kota.
Meskipun begitu masih belum pasti apakah resor Neom akan dibuka dan menawarkan minuman beralkohol pada menunya atau tidak.
Sebab, hal ini berisiko bagi Arab Saudi sebagai rumah bagi situs suci umat Islam, yakni Mekah dan Madinah.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi, Mengapa Gibran Belum Diajak?

Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
