Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Konferensi Pers Menko Polhukam (Foto: YouTube Menko Polhukam)
Dream - Pemerintah resmi melarang Front Pembela Islam (FPI). Organisasi yang dipimpin Muhammad Rizieq Shihab itu dinyatakan secara de jure bubar pada 21 Juni 2019 karena tak memenuhi syarat mempanjang izin sebagai organisasi kemasyarakatan.
Dalam konferensi pers yang dilakukan Rabu 30 Desember 2020, pemerintah menyorot sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh anggota atau orang-orang yang pernah tergabung dalam FPI.
Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Edward Omar Sharif Hiariej, menyebut 35 anggota atau orang yang pernah bergabung dengan FPI terlibat tindak pidana terorisme, 29 di antaranya telah dijatuhi pidana.
Di samping itu, sebanyak 206 anggota maupun yang pernah tergabung dengan FPI terlibat tindak pidana umum lainnya. Sebanyak 100 di antaranya telah djatuhi piana. FPI juga dinilai kerap melanggar hukum dengan melakukan razia yang seharusnya menjadi wewenang aparat penegak hukum.
Tak hanya itu, pemerintah juga menampilkan video kompilasi tentang FPI, salah satunya tentang dukungan terhadap ISIS.
" Silakan, ada sedikit 3 menit ini, ada gambar-gambar pendukung," kata Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud Md.
Dalam layar monitor yang ditunjukkan, muncul tulisan 'Video dukungan FPI terhadap ISIS'. Video itu memuat orasi Muhammad Rizieq Shihab.
" Apa yang baik dari ISIS kita akui. Cita-cita mulianya menegakkan syariat Islam, hal yang baik," begitu kata Rizieq dalam video yang ditampilkan itu.
" Cita-cita mulianya untuk menegakkan khilafah Islamiyah hal yang baik," tambah Rizieq.
Dalam video itu, Rizieq juga menyebut perlawanan ISIS terhadap kezaliman Amerika Serikat. Menurut dia, ini juga cita-cita yang baik.
" Saya tanya, hal-hal yang baik dukung tidak? Dukung tidak? Takbir!" kata Habib Rizieq.
" Jangan mau kita diadu domba dengan ISIS. Sekarang ini banyak pihak-pihak menginginkan supaya kita bermusuhan dengan ISIS, betul?" sebut Rizieq masih dalam video itu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya