Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber Foto (Instagram @ndorobeii)
Dream - Nasib tragis dialami oleh S, anggota DPRD Sragen, Jawa Tengah. Dia ditemukan tewas setelah diduga diracun oleh wanita selingkuhannya, dosen berinisial N (41).
Menurut Kasat Reskrim Polres Wonogiri, AKP Aditya, polisi telah menjebloskan N di tahanan Kejaksaan Negeri Wonogiri. N sengaja dititipkan karena polisi tidak mempunyai sel khusus wanita.
Penangkapan N dilakukan setelah polisi mendapat petunjuk dari hasil autopsi beberapa organ dalam S.
" Kematian anggota DPRD Kabupaten Sragen ini murni pembunuhan berencana," ujar Aditya, dikutip dari Merdeka.com, Sabtu 20 April 2019.
Namun, Aditya tidak menyebutkan organ tubuh yang diperiksa itu. Selain hasil autopsi, lanjut dia, tim penyidik juga mengundang sejumlah orang dekat S untuk diperiksa. Salah satunya N, yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.
" Kami meminta keterangan N, salah satu orang dekat korban. Tetapi ada kejanggalan saat dia memberi keterangan. Dan kami akhirnya meningkatkan statusnya menjadi tersangka," lanjut Aditya.
Tersangka N, tambah Aditnya, merupakan dosen universitas swasta Kediri, kelahiran Wonogiri. Selain dosen, N juga seorang pengusaha konveksi.
" Korban dan tersangka ini mempunyai kedekatan sekitar dua tahun lebih. Saat ini kondisi kejiwaannya masih labil dan sempat mau bunuh diri," tambah dia.
Menurut Aditya, polisi masih menunggu hasil visum Labfor dari Semarang. Dugaan sementara, S meninggal akibat racun tikus. Menurut dia, racun tersebut diberikan tersangka melalui kapsul obat diare yang rutin diminum S.
" Jadi racun tikus dimasukkan dalam kapsul obat, dengan cara mengeluarkan sebagian isi obat. Motifnya sakit hati," jelas Aditnya.
Selain meracuni, N juga menjual mobil S dengan harga Rp98,5 juta. Mobil tersebut bermerek Isuzu Panther seri Grand Touring tahun 2002 Nopol AD 9210 RE.
" Kami segera melakukan gelar perkara, tapi masih menunggu hasil visum dari Labfor Semarang," pungkas Aditya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya