Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rudi Alias Stefi (Instagram @makassar_iinfo)
Dream - Masyarakat yang berada di salah satu tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mendadak heboh.
Keriuhan itu tentu bukan karena ada kecurangan saat pemungutan suara. Kehebohan muncul ketika petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) memanggil nama Rudi.
" Yang ke tiga, siapa? Rudi, Rudianti?," panggil petugas, Kamis 18 April 2019.
Petugas memanggil nama Rudi dengan lantang. Tapi yang muncul justru sosok bernama Stefi dengan dandanan seorang wanita.
Rupanya, Rudi dan Stefi merupakan orang yang sama. Rudi merupakan seorang transgender yang mengubah nama panggilannya menjadi Stefi.
" Nama sehari-hari Stefi, pas di panggil oleh panitia TPS dengan nama Rudi di nama KTP nya, panitia TPS pun kaget dikira bukan dia, ternyata betul...," tulis akun Instagram @makassar_iinfo.
Peristiwa itu sontak menjadi candaan para warga yang berada di TPS. Stefani alias Rudi sempat menegur anggota KPPS karena memanggilnya dengan nama Rudi.
Melihat tingkah Rudi yang tak terima anggota KPPS memanggil nama aslinya, sejumlah orang di TPS itu malah tertawa.
Dalam pemilihan umum (Pemilu) 2019 ini masyarakat tidak hanya memilih calon presiden dan calon wakil presiden. Tapi juga memilih Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.
View this post on Instagram
Dream - Beragam cara unik dilakukan untuk menarik minat masyarakat hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Salah satunya dilakukan di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, berikut ini.
Pada umumnya, TPS hanya menggunakan tenda, bilik suara, dan juga beberapa kursi. Tapi di TPS 073, Gunung Balong 1, Lebak Bulus, kita akan merasakan sensasi horor.
Pada pemungutan suara Rabu 17 April 2019 di TPS 073 ini, para panitia berdandan seperti hantu, misalnya saja mengenakan kostum pocong, hantu, bahkan hantu valak juga terlihat menjadi panitia.

(Foto: Merdeka.com/Arie Basuki)
Tak hanya dandanan, dekorasi TPS pun dibuat seram dengan berbagai ornamen, salah satunya ada kuburan.
Meski terlihat menyeramkan, warga yang mencoblos di TPS ini rupanya terhibur dengan apa yang ditampilkan oleh panitia.
Dream - Pemilihan umum (Pemilu) 2019 menjadi peristiwa lima tahunan yang istimewa. Masyarakat memanfaatkan peristiwa ini dengan cara yang unik.
Keunikan biasanya dilakukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk memancing para pemegang suara menyalurkan haknya. Selain busana yang dipakai, KPPS memiliki ide unik dalam mendekorasi TPS.
Lihat saja salah satu tempat pemungutan suara (TPS) di Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Masyarakat yang datang ke TPS ini dijamin takkan merasa tengah datang ke TPS tapi ke sebuah kondangan.
Penyelenggara Pemilu di memang sengaja menghadirkan TPS layaknya sebuah tempat resepsi pernikahan.
Foto-foto TPS 16 RT 16 Kecamatan Kromengan, Malang itu diunggah akun Facebook, Meyta. Dalam foto yang dia unggah, hiasan bunga-bunga berwarna putih dan hijau menyamput pemilih.
Meja administrasi pun ditata seperti meja resepsi yang di setiap kondangan.
Bilik suara pun dihiasi pernak pernik dan bunga-bunga.

TPS unik di Malang, Jawa Timur (Foto: Facebook/Meyta)
Dua kursi mempelai juga tersedia. Label presiden dan wakil presiden terpasang. Salah satu kursi disediakan untuk anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

TPS unik di Malang, Jawa Timur (Foto: Facebook/Meyta)
TPS ini bahkan juga memampang salon rias. Tambahan akses ini semakin mengesankan TPS ini semakin mirip lokasi resepsi pernikahan.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya