Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Youtube BNPB)
Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menggelar inspeksi mendadak pada Kamis malam, 3 September 2020. Lokasi yang didatangi Anies adalah sejumlah restoran dan kafe di kawasan Haji Nawi dan Gunawarman, yang masih buka hingga malam.
Dalam Instagram Story di akunnya, @aniesbaswedan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu bersama Satpol PP DKI Jakarta mendapati kafe dengan pengunjung berkerumun tak jaga jarak. Dia segera menegur pengelola kafe dan meminta untuk segera tutup.
Dalam video tersebut, para pengunjung kaget melihat kedatangan Anies. Suara musik yang cukup keras seketika berhenti, lalu pemilik kafe meminta para pengunjung untuk pulang.
" Dipersilakan untuk meninggalkan Tebalik Kopi. Terima kasih," ucap salah satu pengelola kafe memberikan imbauan kepada pengunjung setelah mendapat teguran dari Anies.

Instagram @aniesbaswedan
Anies kemudian mengingatkan agar pemilik kafe mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya dengan membatasi jumlah pengunjung.
" Kalau mau buka lagi, dijalankan protokolnya. Kurangi 50 persen," ucap Anies.
Sebelumnya, Anies sempat memarahi pemilik kafe yang sama lantaran tidak menerapkan protokol kesehatan. Ditambah lagi, kafe tetap buka bahkan sudah lewat jam operasional yang ditetapkan selama masa PSBB transisi.

Instagram @aniesbaswedan
" Tahu tidak aturannya? Tahu? Kenapa Dilanggar? Ini bukan soal melanggar peraturan tapi soal nyawa. Anda tutup sekarang dan jangan diulangi," kata Anies.
Anies pun menutup dan menjatuhkan denda kepada pemilik kafe. Hal itu sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 79 Tahun 2020.
Dream - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswean tengah mempertimbangkan membuka kembali operasional bioskop yang sudah ditutup sejak pandemik Covid-19. Protokol kesehatan dianggap bisa diterapkan di bioskop untuk meminimalisasi penularan virus corona.
Dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Gubernur Anies Baswedan mengatakan pembukaan kembali bioskop sudah melalui pembahasan dan pertimbangan bersama para pakar dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional. Salah satunya adalah penonton di ruang teater duduk satu arah.
Hal lain yang jadi pertimbangan adalah aktivitas berbicara di dalam bioskop sangat terbatas sehingga bisa meminimalisasi penularan.
" Penonton tidak saling bicara. Di bioskop semua diam, dan kalaupun ada percakapan antar orang yang kenal saja. Dan posisinya (posisi tempat duduk) pun satu arah," kata Anies, Rabu 26 Agustus 2020, dikutip dari Merdeka.com.
Anies menuturkan, aktivitas di bioskop mempermudah Pemprov dalam menyusun regulasi. Pengaturan protokol kesehatan di bioskop hampir serupa dengan pesawat terbang.
" Ini mirip situasi penerbangan pesawat. Sitting arrangements bisa diatur," tuturnya.
Namun Anies belum memastikan waktu pembukaan bioskop di Jakarta. Terpenting, saat ini, regulasi protokol kesehatan yang akan diterapkan di bioskop diatur secara detil.
Apabila didapatkan bioskop melanggar aturan, Anies mengingatkan pihaknya akan melakukan pencabutan izin usaha.
" Bila ada yang tidak ikuti protokol kesehatan, sederhana saja yaitu menutup kegiatan usahanya," tandasnya.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, pun mengingatkan pembukaan bioskop harus memperhatikan sejumlah hal.
Pertama, prakondisi. Pada tahap ini, pihak bioskop harus melakukan sosialisasi kepada penyelenggara hingga masyarakat mengenai protokol kesehatan Covid-19.
Kedua, aspek waktu. Tentu tidak semua sama waktunya untuk memastikan setiap yang dilakukan dengan perhitungan yang sangat matang.
Ketiga, skala prioritas. Wiku menyebut, tidak semua bioskop di Indonesia dibuka. Keputusan membuka bioskop harus memperhatikan kondisi daerah terkait apakah berisiko tinggi terhadap Covid-19 atau tidak.
Setelah pemetaan prioritas, Bioskop harus melakukan simulasi secara matang. Kemudian berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
" Koordinasi untuk memastikan seluruh persiapan dilakukan secara teratur dan terstruktur," sambungnya.
Saat dan setelah bioskop dibuka, tahap penting yang harus dilakukan adalah monitoring dan evaluasi. Ini untuk memastikan, pembukaan bioskop tidak memicu lonjakan kasus Covid-19 di tanah air.
" Harus dilakukan monitoring dan evaluasi dengan baik agar betul-betul semuanya aman, berjalan dengan lancar," tutupnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya