Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pria Di Jonggol, Kabupaten Bogor, Meninggal Tiba-tiba (Merdeka.com/Rasyid Ali)
Dream - Pria 45 tahun meninggal dunia di pelataran rumah warga di Kampung Nyalindung, Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu malam, 2 September 2020. Pria itu meninggal secara tiba-tiba setelah sempat berbincang dengan temannya.
" Berdasarkan keterangan, dia lagi ngobrol-ngobrol sama temannya. Tiba-tiba dia limbung terus jatuh," ujar Kapolsek Jonggol, Komisaris Agus Hidayat, dikutip dari Merdeka.com.
Agus mengatakan, pria tersebut ditemukan oleh pemilik rumah, Suheri, tergeletak di pelataran sekitar pukul 19.30 WIB. Suheri kemudian mendekati pria itu.
" Ternyata dia kenal korban siapa. Katanya Erlin, warga Kampung Kaum, Desa Singajaya, Jonggol," kata dia.
Segera saja Suheri menghubungi keluarga korban dan melapor ke Polsek Jonggol. Petugas kepolisian segera bergerak menuju lokasi penemuan jenazah pria tersebut dan menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Menurut Agus, dari hasil pemeriksaan dan keterangan para saksi, Erli diduga meninggal karena serangan jantung.
" Keluarga juga sudah menerima kejadian ini sebagai takdir, jadi tidak ada masalah," ucap dia.
Meski demikian, jenazah Erlin tetap dievakuasi petugas medis dengan protokol standar Covid-19. Petugas mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) dan membawa jenazah Erlin ke RSUD Cileungsi.
" Sudah dibawa ke RSUD Cileungsi dan dia punya riwayat jantung. Tidak ada bekas luka apa-apa," ucap Agus.
Sumber: Merdeka.com/Rasyid Ali
Dream - Seorang pasien Covid-19 nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 13 gedung Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Beji, Kota Depok, Kamis 3 September 2020.
Berdasarkan informasi akun Instagram @depok24jam, korban diketahui berinisial YS, 52 tahun.
“ Kejadiannya sekira pukul 10.50, korban yang dirawat di ruang Mahkota Dewa Lt.13," jelas Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok, Komisaris Wadi Sabani, kepada wartawan, Kamis 3 September 2020.
Menurut Wadi, pasien tiba-tiba memecahkan kaca menggunakan tabung oksigen dan langsung melompat.
Perisitiwa bunuh diri pasien Covid 19 di wilayah Beji merupakan kejadian pertama. Saat ini jenazah telah ditangani oleh tim protokol Covid-19 RS UI.
Dream - Peningkatan kasus Covid-19 di Kota Depok membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan kebijakan berupa 'jam malam' mulai Senin, 31 Agustus 2020.
" Jam operasional layanan secara langsung di toko, rumah makan, kafe, minimarket, supermarket, dan mal sampai dengan pukul 18.00 WIB," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, dikutip dari Liputan6.com.
" Sedangkan untuk aktivitas warga (di luar rumah) dilakukan pembatasan maksimal sampai pukul 20.00 WIB," tambah dia. Khusus jasa layanan antar, waktu operasionalnya dibatasi hingga pukul 21.00 WIB.
Pemberlakuan aturan mengenai jam malam, menurut dia, merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Depok untuk mengendalikan penularan Covid-19.
Selain menerapkan ketentuan itu, pemerintah kota mengoptimalkan peran Kampung Siaga Covid-19 dalam mendata dan mengawasi pendatang, menegakkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19, serta memastikan pembatasan sosial kampung siaga berbasis lingkungan rukun warga berjalan.
Melalui aplikasi Kampung Siaga Covid-19, Dadang menjelaskan, warga juga bisa menyampaikan pengaduan serta laporan mengenai pelanggaran protokol kesehatan.
" Kami terus melakukan pengawasan dan penertiban protokol kesehatan secara tegas, baik untuk warga secara individu, kelompok, pelaku usaha, kantor, dan lain-lain," ujar Dadang.
Dadang mengatakan belakangan sebagian besar kasus penularan Covid-19 di Kota Depok berasal dari klaster perkantoran.
Guna meminimalkan risiko penularan, ia melanjutkan, kantor-kantor sudah menerapkan sistem kerja dari rumah dan pemerintah kota untuk sementara melarang pegawai pemerintah berdinas ke luar daerah.
" Semua kegiatan rapat dilaksanakan secara virtual," kata Dadang.
Dadang juga menekankan kembali pentingnya disiplin warga menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dalam upaya pengendalian penularan penyakit tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya