Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapat banyak kritikan lantaran menerbitkan anjuran poligami bagi kader pria mereka untuk menikahi janda. Anjuran tersebut dikeluarkan Dewan Syariah PKS dalam kerangka program solidaritas tiga pihak.
Ketua Dewan Syariat Pusat PKS, Surahman Hidayat, akhirnya mencabut anjuran tersebut. Langkah ini dilakukan hanya beberapa saat setelah anjuran tersebut resmi berlaku.
" Setelah kami mendapat berbagai masukan dari pengurus, anggota dan masyarakat secara umum, kami memutuskan untuk mencabut anjuran poligami tersebut," ujar Surahman, dikutip dari Liputan6.com.
Surahman menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah melayangkan kritik atas beredarnya anjuran ini. Dia pun meminta maaf jika keputusan Dewan Syariah Pusat PKS menimbulkan penentangan.
" Kami memohon maaf jika anjuran ini membuat gaduh publik dan melukai hati sebagian masyarakat Indonesia," kata dia.
Sebelumnya, Surahman menyatakan pihaknya telah mengeluarkan anjuran tentang poligami untuk kader PKS. Menurutnya, anjuran tersebut sudah melalui kajian mendalam.
" Saya sebagai ketuanya sudah tanda tangan, sudah melakukan kajian, dan sudah kita komunikasikan dengan Presiden (PKS), DPP, dan memberikan masukan-masukan," kata dia.
Surahman menerangkan, poligami dibolehkan menurut ajaran Islam. Dia pun mengklaim tidak ada penolakan dari kader perempuan PKS, malah program tersebut disusun Komisi Bina Keluarga Sakinah yang anggotanya mayoritas perempuan.
" Nah itu kan bahkan dibikin tim komisi Bina Keluarga Sakinah, nah itu mayoritas dari anggota komisi itu dari perempuan, dan kader-kader tentu saja pengurus," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya