CONNECT WITH US!

AS Buka Dokumen Pembunuhan Sahabat Sukarno, Presiden Kennedy

Reporter : Maulana Kautsar | Jumat, 27 Oktober 2017 14:00
John F. Kennedy Dan Soekarno (Foto: JFK Library)

Dream - Pemerintah Amerika Serikat merilis 2.800 dokumen terkait pembunuhan Presiden John F. Kennedy, Kamis 26 Oktober 2017, pukul 19.30 waktu setempat. Tetapi, dokumen yang dirilis Arsip dan Pencatatan Administrasi Nasional AS itu tak semua dibuka untuk umum.

Laporan The New York Times menyebut, Badan Intelejen Amerika Serikat (CIA) dan Biro Investigasi Federal (FBI) masih menahan ribuan arsip terkait kematian sahabat presiden pertama Indonesia, Sukarno, itu.

Presiden AS, Donald Trump, mengatakan, dokumen itu tak semua dibuka untuk alasan keamanan. " Saya tidak punya pilihan, tapi saya menyetujui saran (CIA dan FBI) tersebut ketimbang membiarkan keamanan nasional Amerika Serikat terancam," kata Trump.

Presiden ke-35 AS itu meninggal pada 22 November 1963. Hasil penyelidikan polisi menetapkan Lee Harvey Oswald sebagai penembak Kennedy.

Oswald dikenal sebagai penembak jitu yang berlatih di Marinir. Tetapi, dalam penyelidikan sejarawan, jurnalis, dan akademisi, belum ditemukan bukti kuat bahwa Oswald membunuh Kennedy. Meski begitu, para sejarawan, jurnalis, dan akademisi, masih mencari tahu motif sebenarnya di balik pembunuhan tersebut.

 JFK dan Jackie Kennedy

Selain mengenai pembunuhan Kennedy, USA Today melaporkan, dokumen yang dirilis berisi investigasi kematian aktivis hak azasi manusia, Martin Luther King Jr.

Berikut beberapa dokumen yang dirilis AS:



Rina Nose Lepas Hijab - Isu Umi Pipik dan Sunu Matta