Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto:Shutterstock)
Dream - Perusahaan keamanan siber memperingatkan peretasan terhadap sekitar 500 ribu router -pemancar- dan perangkat lainnya di seluruh dunia. Potensi ini muncul diduga akibat adanya serangan siber yang menargetkan Ukraina.
Pemerintah Ukraina dan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) di Amerika Serikat (AS) telah menuding Rusia sebagai penyebab di balik serangan siber.
Seorang pengamat dari Talos, perusahaan sistem komputer Cisco Divisi keamanan siber, mengatakan bahwa malware yang disebut VPNFilter telah meretas sejumlah perangkat di 54 negara.
" Kami juga telah mengamati VPNFilter, malware yang berpotensi merusak, yang aktif menginfeksi host Ukraina," kata Talos dalam sebuah pengumuman, yang diterima Anadolu Agency, Kamis, 24 Mei 2018.
Serangan itu diduga berkaitan dengan hari libur nasional di Ukraina, Hari Konstitusi, yang jatuh pada Juni, atau pertandingan final UEFA Champions League yang akan berlangsung di Kiev pada 26 Mei.
Badan Keamanan Ukraina (SBU) memperingatkan peretasan besar-besaran terkait dengan VPNFilter yang akan terjadi menjelang pertandingan.
Malware tersebut menargetkan router dan sistem lain yang tidak memiliki perlindungan keamanan siber. VPNFilter diperkirakan mampu mematikan perangkat dan menghapus perangkat lunak lain.
" Karena malware dapat mempengaruhi perangkat satuan atau beberapa perangkat sekaligus, VPNFilter berpotensi untuk memutus akses internet ratusan ribu pengguna," jelas DHS.
Sejak Rusia menganeksasi Krimea empat tahun lalu, beberapa negara telah menderita sejumlah serangan siber. Negara yang paling terberdampak adalah Ukraina.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya