Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Saat Rapat Dengar Pendapat Di Komisi VIII (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
Dream - Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, telah menyerahkan daftar nama mubalig ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk keperluan verifikasi. Setelah tahapan ini, daftar nama tersebut baru akan dipublikasikan.
" Ini kami sampaikan kepada MUI dan sudah menyampaikan dan mengadakan rapat dengan mengundang ormas Islam, kemudian mendalami nama-nama ini untuk memverifikasi lalu pada saatnya akan disampaikan menyikapi nama-nama itu," kata Lukman saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR, Kamis 24 Mei 2018.
Rapat tersebut sedianya membahas rencana penambahan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Namun Ketua Komisi VIII DPR, Ali Taher, meminta penjelasan Lukman terkait daftar 200 nama mubalig yang berujung polemik.
Lukman menjelaskan daftar nama tersebut disusun berdasarkan saran ormas Islam, ulama, takmir masjid, dan instansi pemerintah maupun swasta yang sering mengundang para dai untuk mengisi ceramah. " Tentu tidak semua ormas Islam," kata Lukman.
Dari hasil masukan dan saran berbagai kalangan, Kementerian Agama (Kemenag) menerima nama-nama mubalig. Nama-nama dalam daftar rilis tersebut mencapai hingga lebih dari 200 orang.
Hampir seluruh anggota Komisi VIII DPR RI yang mengikuti rapat tersebut tidak sependapat dengan daftar 200 mubalig yang dikeluarkan oleh Kemenag. Salah satunya adalah anggota Komisi VIII, Yandri Susanto, yang meminta penyusunan daftar mubalig itu tidak diteruskan.
" Nanti malah ada yang tercecer. Nanti ada kloter-kloter maka dianggap yang 200 itu maqam-nya paling bagus," ujar Yandri.
(Beq)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya