AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Paspor Singapura Dan Jepang (Straits Times)
Dream - Jepang menggeser Singapura dari posisi teratas paspor terkuat di dunia. Ini berdasarkan Henley Passport Index yang dirilis pada Rabu 23 Mei kemarin.
Paspor Jepang sekarang menawarkan bebas visa kepada warga negaranya ke 189 tujuan. Paspor Singapura menempati posisi kedua dengan menawarkan bebas visa ke 188 tujuan, dikutip dari Straits Times.
Posisi ketiga diisi Korea Selatan, Finlandia, Perancis, Italia, Spanyol, dan Swedia. Sementara Amerika Serikat dan Inggris menempati posisi keempat.
Pada pemeringkatan sebelumnya yang dirilis pada 28 Februari, Singapura dan Jepang menduduki posisi teratas negara bebas visa untuk 180 tujuan. Jerman berada di posisi kedua dengan bebas visa ke 179 tujuan.
Indeks ini disusun oleh firma konsultasi kewarganegaraan dan tempat tinggal global Henley & Partners. Dalam indeks tersebut, Henley menyatakan ada hampir 40 perjanjian pengabaian visa telah ditandatangani sejumlah negara sejak awal tahun.
April lalu, Rusia mengumumkan pembebasan visa bagi pengunjung yang membawa tiket Piala Dunia pada Juni-Juli nanti. Negara ini berada di peringkat 47 pada indeks kali ini, turun dari peringkat sebelumnya di posisi 45.
Peningkatan posisi tercepat dicatatkan oleh Uni Emirat Arab. Pada indeks kali ini, UEA menempati posisi 23, naik 38 tingkat dibandingkan pada 2008.
Kenaikan posisi UEA disebabkan banyaknya keringanan visa baru di sejumlah negara tahun ini.
Indeks Henley Passport ini disusun juga berdasarkan data dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional yang mengelola data perjalanan terbesar di dunia. Penelitian tambahan juga dijalankan untuk melengkapi indeks.
Indeks tersebut menyurvei total 199 paspor berbeda pada 277 tujuan perjalanan. Hal itu termasuk negara, teritorial, dan negara-negara kecil.
(Sah)
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli