Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur
Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif
Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Foto: Setkab)
Dream - Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, mengatakan bahwa dukungan publik sangat diperlukan untuk memerangi terorisme di Indonesia. Dukungan masyarakat bahkan menjadi kunci untuk memenangkan perang melawan terorisme.
" Jadi prinsip penanganan terorisme itu adalah bagaimana memenangkan dukungan publik. Kalau publik mendukung langkah-langkah pemerintah, negara, maka terorisme tidak akan bisa berkembang," kata Tito, dikutip dari laman Setkab.go.id, Rabu 23 Mei 2018.
Menurut mantan Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri itu, sekitar 75 persen upaya memerangi terorisme di Indonesia dilakukan melalui proses intelijen. Sementara operasi penindakan hanya 5 persen dan 20 persen lainnya dalam rangka pemberkasan.
Sebagai bagian operasi intelijen, Tito telah meminta Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, untuk bergabung dalam operasi memerangi terorisme.
" Jadi saya berpendapat bahwa saat ini yang terjadi adalah mekanismenya mirip seperti Operasi Tinombala, di mana kekuatan TNI dan Polri bergabung dalam rangka bersama-sama menangani itu," ujar dia.
Berkaca pada peristiwa serangan teror di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, Tito akan fokus pada pencegahan paham radikal pada anak-anak.
Untuk itu, Tito mengajak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Sosial, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang ekonomi, agama, dan pendidikan.
" Silakan, ini adalah masalah kita bersama, silakan bagaimana kita mencegah supaya keluarga-keluarga, jangan sampai anak-anak terbawa, istri sampai terbawa dan lain-lain," kata dia.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya

Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa