Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pulang Kerja Di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Selasa (10/3/2015).
Dream - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membatalkan aturan yang mengharuskan pegawai perempuan memasukkan jilbab ke dalam kerah baju. Pencabutan dilakukan setelah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memperhatikan reaksi berbagai pihak.
"Sehinga pada hari ini Inmendagri dinyatakan dicabut, tidak berlaku lagi. Ini yang perlu kami sampaikan, agar tidak timbul pandangan opini yang berbeda," kata Sekjen Kemendagri, Hadi Prabowo, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 14 Desember 2018.
Hadi mengatakan, awalnya Instruksi Mendagri itu hanya bersifat internal. Tidak berlaku untuk pengaturan ke daerah provinsi, kabupaten, dan kota. Aturan itu, tambah dia, bukan larangan untuk para ASN.
Menurut Hadi, aturan itu dibuat murni untuk kerapian dan keseragaman berpakaian di lingkungan Kemendagri dan BNPP.
"Khususnya pada saat mengikuti upacara dan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Frase kata agar dalam Inmendagri memiliki arti imbauan, bukan merupakan suatu larangan," ucap dia.
Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 025/10770/SJ Tahun 2018 tentang Tertib Penggunaan Pakaian Dinas dan Kerapihan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan ditandatangani Tjahjo Kumolo pada 4 Desember 2018.
Selain mengenakan jilbab untuk dimasukkan ke dalam kerah baju, instruksi tersebut juga mengatur warna jilbab yang harus dikenakan. PNS berjilbab diminta untuk mengenakan jilbab polos warna cokelat untuk melengkapi pakaian dinas cokelat. Sementara yang tak berjilbab, rambut harus ditata dengan rapi dan tidak dicat warna-warni.
Sementara itu, untuk PNS laki-laki rambut harus rapi dan tidak boleh gondrong dan tidak dicat warna-warni. ASN juga diminta menjaga kerapian kumis, jambang, dan jenggot. Adapun penggunaan celana panjang harus mencapai mata kaki.
Sumber: Liputan6.com/Ika Defianti
Advertisement

Memahami Apa Itu MSCI dan Dampak Klasifikasi Indonesia Sebagai Standalone Market

Danantara Itu Apa Sih? Kenali Superholding dan Negara yang Sudah Duluan Mencobanya


Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya


Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?
