6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Angga Suherman, Putus Sekolah Karena Dilarang Keluar Rumah Oleh Ayahnya (merdeka.com)
Dream - Nasib kurang beruntung dialami oleh Angga Suherman, 8 tahun. Bocah asal Kampung Cileunca, Kecamatan Bojong, Purwakarta, Jawa Barat, itu Di usianya yang masih kecil, Angga terpaksa putus sekolah.
Dia dilarang oleh sang ayah untuk melanjutkan sekolah. Setelah ditelusuri, sang ayah, Herman Jayadihardja, 35 tahun, ternyata mengidap gangguan jiwa.
Kabar Angga terdengar oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dari salah seorang kerabatnya, Iman, 15 tahun. Pelajar kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) Terpadu Cileunca itu memberanikan diri mencegat Dedi saat blusukan ke kampung.
" Pak, hayu ka bumi saderek abdi, karunya saderek abdi alit keneh teu tiasa sakola, dicaram ku sepuhna (Pak, ayo ke rumah saudara saya, kasihan dia masih anak-anak tidak bisa sekolah, dilarang sama orangtuanya)," ujar Iman agar berseru kepada Dedi, dikutip dari Merdeka.com, Rabu, 28 September 2016.
Mendengar ucapan Iman, Dedi langsung mengikuti bocah itu berjalan menuju rumah Herman. Sesampai di rumah yang dimaksud, Dedi bertemu dengan Herman dan si kecil, Angga.
Dedi kemudian dipersilakan masuk ke dalam rumah kecil bercat hijau. Duduk sembari memangku Angga, Dedi kemudian bertanya kepada Herman mengapa melarang anaknya sekolah.
" Kunaon anak bapak teu sakola? Isukan kudu dimimitian karunya keur kahareupna (Kenapa anak Bapak tidak sekolah? Besok harus mulai sekolah demi masa depan anak bapak)," kata Dedi.
Herman lantas menjawab Angga tidak perlu sekolah. Dia lantas berkata kepada Dedi anaknya telah memiliki ijazah.
" Anak kuring geus boga ijazah, Pak (Anak saya sudah punya ijazah, Pak)," kata Herman.
Jawaban itu membuat Dedi terheran. Bupati tersebut lantas mencari tahu keadaan sebenarnya keluarga Herman dengan bertanya kepada tetangga serta kerabatnya.
Seketika, Dedi terkaget mendapat informasi Herman mengidap gangguan kejiwaan. Herman mengalami hal itu usai ditinggal istrinya pergi bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) sejak empat tahun lalu dan tidak pernah memberi kabar.
Melihat keadaan Angga, Dedi merasa prihatin. Dia tidak ingin masa depan anak itu suram. Alhasil, Dedi langsung meminta salah satu guru sekolah setempat mengajar khusus Angga.
" Bu, tolong ini Angga diajari pelajaran sekolah. Kalau terus tidak diizinkan ayahnya keluar rumah, Ibu datang saja setiap hari ke sini. Saya tambah honor ibu Rp1,5 juta," kata Dedi.
Dedi juga memberikan bantuan senilai Rp3 juta kepada Angga untuk keperluan membeli alat-alat sekolah. Selain itu, Dedi akan mengusahakan kambing yang akan dipelihara oleh Angga sebagai modal usaha.
" Sok diajar merihnya, jang, kudu peurih supaya boga peurah (Belajar hidup ya, nak, supaya menjadi orang yang kuat," kata Dedi sembari memeluk Angga.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
