CONNECT WITH US!

Badai Matahari Ekstrem Dekati Bumi

Reporter : Eko Huda S | Jumat, 12 September 2014 11:30
Badai Matahari
Beberapa sumber listrik dan komunikasi diprediksi akan mengalami gangguan sementara akibat perubahan medan magnet Bumi.

Dream - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menangkap fenomena solar flare atau badai matahari pada Rabu 10 September. Para ilmuwan memprediksi badai matahari tersebut akan sampai ke Bumi pada hari Jumat atau Sabtu waktu Indonesia.

Dikutip Dream dari laman NASA, Kamis 11 September 2014, lidah matahari itu dilepaskan di sunspot atau bintik hitam matahari yang disebut Wilayah Aktif 2158. Badai memiliki kekuatan X1,6. Sehingga digolongkan dalam kategori badai matahari `ekstrem`.

Sementara, Direktur pada Space Weather Prediction Center (SPWC), Tom Berger, mengatakan badai matahari ini memiliki kecepatan 'sedang', yakni sekitar 4,02 juta kilometer perjam.

Sehingga kemungkinan akan sampai ke planet Bumi sekitar hari Jumat, atau Sabtu waktu Indonesia. Namun bisa juga lebih lambat.

" Terjadi sebuah ledakan magnetik raksasa di matahari," kata Berger dikutip dari laman Phys.org.

" Karena badai tersebut mengarah ke bumi, kitsetidaknya akan menerima awan plasma dan magnet berenergi tinggi yang dapat mengganggu medan magnet Bumi yang kadang-kadang menyebabkan masalah listrik untuk sementara."

Badai matahari dalam skala kecil memang tidak berbahaya bagi manusia karena dapat dinetralisir oleh kutub magnet bumi. Namun, badai matahari dalam skala besar dapat mematikan beberapa sumber listrik.

Namun menurut Berger, badai matahari kali ini tidak akan berdampak signifikan karena hanya melintas di atas Bumi. Setidaknya itulah kesimpulan yang iperoleh dari hasil perhitungan data satelit terhadap energi partikel yang sudah dilepas dari matahari.

Meski demikian, beberapa sumber listrik dan komunikasi diprediksi akan mengalami gangguan sementara akibat perubahan medan magnet Bumi.

#Soundrenaline2017 - ADIT THE PHOTOGRAPHER