Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Twitter.com/@NewsBFM
Dream - Tam, seekor badak jantan Sumatra terakhir dilaporkan mati di Hutan Taman Marga Satwa Tabin, Lahad Datu, Sabah, Malaysia, Senin 27 Mei 2019.
Dengan begitu, hanya tersisa satu ekor badak betina di Malaysia. Sehingga spesies yang langka tersebut makin mendekati kepunahan.
Menurut Harian Online, Menteri Pariwisata, Kebudayaan dan Lingkungan Malaysia, Christina Liew, mengatakan bahwa Tam telah mencapai batasnya usai berjuang seminggu terakhir.
“ Dengan rasa dukacitanya, Tam mati tengah hari tadi... Kita sudah melakukan apa yang perlu dilakukan. Seminggu terakhir, kita melakukan penjagaan paliatif oleh petugas Borneo Rhino Alliance (BORA) selama 24 jam," Katanya.
Christina juga mengatakan, kematian Tam juga berkaitan dengan faktor usia, selain organ tubuhnya tidak berfungsi dengan baik.
Tam yang berusia lebih dari 35 tahun, hilang selera makan, dan kurang responsif sejak April lalu.
“ Penyebab kematian akan diumumkan kemudian setelah autopsi dilakukan,” Tambah Christina.
Menurut World Wildlife Fund, kini jumlah badak bercula 1 hanya tersisa 80 ekor, sedangkan hanya segelintir dari mereka yang tersisa di belantara Indonesia.
Malaysia's last male Sumatran rhino, Tam, has died. Tam's appetite & alertness declined abruptly last month & the cause of death is believed to be multiple organ failure. Msia is now left with only one female Sumatran rhino who also had health complications recently. pic.twitter.com/uNjW0OZnuQ
— BFM News (@NewsBFM)May 27, 2019
Para ahli berharap dapat menggunakan teknik fertilisasi in-vitro (IVF) untuk menciptakan penerus badak Sumatera betina terakhir yang berada di Malaysia, Iman.
Metode tersebut akan melibatkan seekor badak jantan dari Indonesia.
Kepala Taman Marga Satwa Sabah, Augustine Tuuga, mengatakan bahwa ada masalah dengan rahim Iman sehingga tidak bisa hamil.
Meski demikian, badak betina itu masih bisa menghasilkan sel telur.
" Kita hanya harus menjaga badak yang tersisa. Hanya itu yang bisa kita lakukan, dan berupaya jika mungkin untuk bekerja sama dengan Indonesia," Ucap Tuuga.
Sumber: Harian Online
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya