Kapolri Buru Dalang Rusuh 22 Mei: `Siapa yang Suruh Mereka Datang`

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 28 Mei 2019 15:55
Kapolri Buru Dalang Rusuh 22 Mei: `Siapa yang Suruh Mereka Datang`
Polisi sedang mendalami hubungan para pelaku kerusuhan dengan kelompok tertentu.

Dream - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan polisi terus menggelar pemeriksaan terhadap lebih dari 400 tersangka pelaku kerusuhan 22 Mei 2019. Pemeriksaan tersebut guna melacak dalang di balik kerusuhan itu.

" Kita harus menarik 400 lebih dari yang ditangkap ini, kita harus lihat kelompok-kelompoknya, siapa yang menyuruh mereka datang," ujar Tito dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa 28 Mei 2019.

Tito menjelaskan penyidik telah melakukan pengembangan dalam penyidikan untuk mengetahui motif para pelaku. Dia memastikan mereka yang tertangkap adalah perusuh, bukan peserta aksi damai di depan Bawaslu.

" Ada yang dari Sukabumi, katanya disuruh berjihad. Jihadnya apa? Jihadnya qital, perang, itu dalam bahasa mereka. Tapi dalam bahasa hukum, itu kekerasan, kejahatan," kata Tito.

Kapolri menjelaskan penyidik juga tengah mencari keterhubungan antara para pelaku kerusuhan dengan kelompok tertentu.

" Kita lagi cek, apakah ada link up kelompok ke kelompok lain," ucap dia.

1 dari 3 halaman

Takkan Lagi Tolerir Unjuk Rasa Langgar Aturan

Selanjutnya, kata Tito, aksi yang berjalan di Bawaslu awalnya sebetulnya berjalan sangat toleran dan sesuai prosedur. Bahkan anggota Polri dan TNI sampai bergabung dengan peserta aksi buka bersama dan sholat berjemaah.

Namun kondisi berubah setelah pukul 10 malam. Masa perusuh mulai beraksi dan melakukan penyerangan kepada aparat penegak hukum.

" Jam 22.30 ada peristiwa, tanpa ba-bi-bu langsung menyerang, mematikan. Bom molotov itu kalau kena kepala bahaya," ucap dia.

Lebih lanjut, Tito telah menginstruksikan kepada Kapolda Metro Jaya untuk menjalankan penegakan hukum. Tidak ada lagi toleransi untuk unjuk rasa yang berujung kerusuhan.

" Kita kembali kepada aturan, bahwa aksi unras (unjuk rasa) tidak boleh menganggu, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," tegas Tito.(Sah)

2 dari 3 halaman

Ini 4 Tokoh Nasional yang Akan Dibunuh oleh Perusuh 22 Mei

Dream - Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Pol Tito Karnavian, menyebutkan empat pejabat yang menjadi target pembunuhan kelompok perusuh aksi 21 dan 22 Mei 2019.

" Mereka (pelaku) menyampaikan nama, satu Pak Wiranto, ke dua Pak Luhut Menko Maritim, ke tiga Pak Kabin (Kepala Badan Intelijen Negara), ke empat Pak Gories Mere," ujar Tito di Kemenpolhukam, Jakarta, Selasa 27 Mei 2019.

Sementara, untuk ketua lembaga survei yang juga mendapat ancaman yang sama. Namun Tito enggan menyampaikan namanya. " Salah satu pimpinan lembaga survei kami tidak sebutkan," ucap dia.

Tito mengatakan, informasi itu didapat langsung dari empat tersangka yang sudah ditangkap. Mereka adalah HK, AZ, IR dan TJ.

" Dasar kami sementara hanya BAP (berita acara pemeriksaan). Hasil pemeriksaan kepada tersangka yang sudah ditangkap jadi bukan pada informasi intelijen beda, kalau informasi bukan prejudicial, ini prejudicial pemeriksaan resmi," kata dia.

3 dari 3 halaman

Keamanan

Seteah mengetahui informasi rencana pembunuhan itu, polisi terus meningkatkan penanganan dan pengawalan kepada empat tokoh nasional dan satu ketua lembaga survei.

Selain ke empat tersangka itu, polisi turut menangkap AD dan AF alias VV yang menjual senjata api laras panjang dan senjata api laras pendek rakitan kepada HK.

Aksi demonstrasi 21 dan 22 Mei memang berakhir ricuh. Semula aksi itu berjalan damai tanpa ada kekerasan. Menurut polisi, peserta aksi membubarkan diri setelah melaaksanakan sholat tarawih.

Namun menjelang pukul 22.30 WIB atau 23.00 WIB, datang massa dari arah Tanah Abang menuju ke Gedung Bawaslu di Jalan MH Thamrin. Massa ini berbeda dengan peserta unjuk rasa yang berada di depan Gedung Bawaslu pada siang hingga sholat tarawih itu.

Massa yang datang belakangan itu datang langsung menyerang. Sehingga Polri menyebut mereka sebagai perusuh. Berbeda dengan peserta aksi pada siang hari. Sehingga polisi bertahan dengan menggunakan tameng. Polisi juga melepaskan tembakan gas air mata serta peluru karet.

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie