Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
© MEN
Dream - Polisi sedang memburu satu orang tersangka dalam aksi kerusuhan 22 Mei 2019 yang diduga bertugas sebagai eksekutor membunuh tokoh nasional dan satu ketua lembaga survei. Satu orang tersebut sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan, DPO itu diduga memiliki senjata api ilegal.
"Sudah saya sampaikan, satu masih DPO. Karena dari enam tersangka yang kemarin ditangkap satu eksekutor masih belum berhasil ditangkap," ujar Dedi di Menkopolhukam Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019.
Kasus adanya perintah untuk membunuh empat tokoh nasional ini mencuat ketika polisi menangkap HK, seseorang yang membawa senjata api ketika aksi 21 Mei 2019.
HK merupakan orang atau pimpinan yang diberi tugas seseorang pada 1 Oktober 2018. HK bertugas untuk membunuh empat tokoh nasional dan satu ketua lembaga survei.
Dalam kasus ini, polisi turut menangkap AZ, IR dan TJ yang berperan sebagai eksekutor. Selain itu, ada AD dan AF alias VV juga ditangkap karena telah menjual senjata api ilegal kepada para pelaku.
Pada Senin, 27 Mei 2019, Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal mengatakan, HK diberi modal Rp150 juta untuk membeli senjata api laras panjang dan laras pendek ilegal.
Pelaku AD yang mendapat uang Rp26 juta dari hasil menjual senjata api dan AF mendapat uang Rp50 juta dari menjual senjata api jenis revolver kepada HK.(Sah)
Dream - Polisi menangkap sejumlah orang terkait kepemilikan senjata api yang rencananya akan digunakan dalam unjuk rasa pada 21 dan 22 Mei. Polisi juga menyebut kelompok ini merencanakan pembunuhan terhadap empat tokoh nasional.
Di antara para tersangka yang ditangkap itu adalah HK, TJ, AZ, dan IR. Dalam rencana pembunuhan itu, keempat tersangka ini berperan sebagai eksekutor. HK ditugaskan untuk memimpin aksi pembunuhan empat tokoh nasional tersebut.
"TJ diminta untuk membunuh dua orang tokoh nasional, saya tidak sebutkan. Kami sudah paham tokoh nasional," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol M Iqbal, di kantor Kemenkumham, Jakarta, Senin 27 Mei 2019.
Sebelum rencana itu dilaksanakan, perintah baru diterima oleh tersangka HK pada tanggal 2 April 2019. Ada dua tokoh nasional lainnya yang juga menjadi target pembunuhan.
"Jadi empat target tokoh ini menghabisi nyawa tokoh nasional," tambah M. Iqbal.
Namun, Iqbal enggan menyebut empat tokoh nasional yang akan dibunuh tersebut. Yang jelas, kata dia, target pembunuhan kelompok ini adalah pejabat negara.
"Tapi bukan presiden. Bukan kapasitas saya menyampaikan ini karena kalau penyidikan sudah semakin mengerucut kami sampaikan," kata dia.
Selain rencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional, kelompok yang diyakini terkait dengan kerusuhan 22 Mei ini juga merencanakan pembunuhan kepada satu pimpinan lembaga survei.
"Dan tersangka tersebut sudah beberapa kali menyurvei rumah tokoh tersebut," ujar Iqbal.
Dia memastikan, para tersangka ini sudah melakukan pengintaian. Bahkan sudah memetakan lokasi eksekusi.
Para tersangka, tambah Iqbal, sudah memotret-motret lokasi yang akan dijadikan lokasi eksekusi para tokoh nasional tersebut. Mereka juga telah mencatat jam kantor di lokasi yang akan menjadi lokasi.
Namun pembunuhan itu tidak terjadi karena polisi menangkap para tersangka.
"Allah sayang kepada negara, itu setting-nya. Allah, insyaallah akan sayang kepada negara Indonesia sehingga kami diberi kekuatan untuk melakkakn upaya-upaya."
Untuk rencana pembunuhan ini, para tersangka mendapatkan bayaran jutaan rupiah. Berdasarkan hasil penyidikan polisi, tersangka HK diketahui menerima uang Rp150 juta. Sementara, TJ mendapatkan bagian Rp25 juta, dan IR Rp5 juta.
Polisi mengklaim telah mengetahui identitas orang yang membayar para eksekutor ini. "Identitasnya sudah kami ketahui, sedang kami dalami," tamba Iqbal.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?


Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya