Bertemu Jokowi, Pedagang Korban Kerusuhan 22 Mei Diberi Uang dan Baju Baru

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 27 Mei 2019 17:01
Bertemu Jokowi, Pedagang Korban Kerusuhan  22 Mei Diberi Uang dan Baju Baru
Usma berencana kembali berdagang usai Lebaran.

Dream - Usma, 54 tahun, salah satu pedagang kelontong kurang beruntung. Kiosnya di sekitar Jalan Wahid Hasyim menjadi sasaran penjarahan saat kerusuhan pada 21-22 Mei 2019.

Usma mendapat kesempatan bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pagi tadi, Senin, 27 Mei 2019, pukul 10.00 WIB. Pertemuannya dengan Jokowi berlangsung secara tertutup.

Dikutip dari Liputan6.com, usai bertemu Jokowi, Usma terlihat menenteng pakaian. Dia mengaku mendapat hadiah baju dari Jokowi dan rencananya dipakai untuk Idul Fitri nanti.

" Dikasih baju aja," ujar Usma.

Tak hanya itu, Usma juga mendapat uang belanja. Tetapi, dia enggan menyebut besarnya dana bantuan dari Jokowi.

" Dikasih juga uang tambahan buat belanja," ucap dia.

 

1 dari 7 halaman

Pesan Jokowi ke Usma

Usma juga mendapat pesan khusus dari Jokowi. Kepada Usma, Jokowi memintanya untuk melanjutkan berdagang.

" Suruh jualan lagi aja, kerja keras lagi," kata Usma.

Tetapi, Usma belum berencana kembali berdagang dalam waktu dekat. Dia ingin pulang dulu ke kampungnya.

" Paling habis lebaran lah (berdagang lagi)," tutur dia.

Usma sebenarnya diundang bersama dua pedagang lainnya, Abdul Rajab, 62 tahun dan Ismail, 68 tahun, untuk bertemu Jokowi pada Jumat pekan lalu. Dua pedagang tersebut juga menjadi korban penjarahan saat rusuh 21-22 Mei.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi akan membantu keduanya untuk kembali berdagang. Tetapi, tidak diketahui berapa jumlah bantuan yang akan diberikan Jokowi.

Sumber: Liputan6.com

2 dari 7 halaman

Bertemu Jokowi, Pedagang Korban Kerusuhan 22 Mei Menangis

Dream - Dua pemilik warung yang menjadi korban penjarahan saat kerusuhan 22 Mei 2019, Abdul Rajab dan Ismail, akhisnya bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Jumat 24 Mei 2019. Mereka diundang ke Istana setelah ramai diberitakan media massa.

Abdul Rajab membuka kios di Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat. Pria 65 tahun ini mengaku mengalami kerugian sebesar Rp30 juta akibat penjarahan oleh massa pada malam kerusuhan itu.

" Pas malam itu massa dihalau aparat, mereka lari sambil menjarah. Pecah-pecahin warung pedagang kaki lima," tutur Rajab, dikutip dari , Sabtu 25 Mei 2019.

Rajab tidak menyangka akan diundang Jokowi dan memperoleh bantuan. Dengan bantuan ini, dia akan membuka kembali warungnya yang porak-poranda. " Ini alhamdulillah Bapak Presiden bantu kita. Kita bisa berusaha lagi besok," tutur dia.

3 dari 7 halaman

Tak Menyangka

Sedangkan, kisah Ismail tak kalah menyedihkan. Selain warungnya ludes, tabungaan pria 68 tahun itu juga raib. Total kerugiannya mencapai Rp20 juta.

" Alhamdulillah ada sumbangan dari Bapak Presiden. Ketemu Bapak Presiden (mengucap) banyak terima kasih," ucap Ismail.

Dia berharap peristiwa yang dialaminya itu tidak terulang lagi di kemudian hari.

" Jangan kejadian lagi kayak gitu. Kita kejadian kayak gitu udah ngeri," tambah Ismail.

4 dari 7 halaman

Menangis

Dikutip dari laman Liputan6.com, Ismail mengaku sangat bahagia karena bisa bertemu dengan Presiden. Dia tidak pernah menyangka bisa menginjakkan kaki di Istana.

" Sejak saya jualan tahun 1975 di Jakarta, baru sekarang ketemu Presiden. Sampai nangis, saking senengnya," kata Ismail.

Dia sudah 20 tahun berjualan dengan menumpang di samping Pos Sub Sektor Polisi Sabang. Saat terjadi kericuhan, pria asal Leuwiliang, Bogor, itu sedang tidur karena warung sengaja ditutup.

" Saya masih tidur itu. Kemudian ada yang lempar-lempar, saya keluar. Barang-barang (dagangan) dikeluarin, saya kira diselamatin. Ternyata, ikut dibakar," kata Ismail.

5 dari 7 halaman

Cerita Pilu Usma Korban Penjarahan Perusuh 22 Mei: Saya Salah Apa?

Dream - Aksi demonstrasi berujung kericuhan itu terjadi di depan gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Mei 2019.

Polisi membubarkan massa. Massa mundur. Massa dari Jalan MH Thamrin ke arah Jalan Wahid Hasyim dan Sabang.

Pos polisi di persimpangan Jalan Wahid Hasyim - Jalan H Agus Salim dibakar massa.

Tak berhenti di fasilitas publik. Massa juga menyerbu lelaki paruh baya. Penjual asongan yang berlokasi tak jauh dari pos polisi.

Nama pedagang itu Usma. Umurnya 64 tahun.

Dia mengingat peristiwa semalam itu. " Sebelum mereka bakar (pospol) saya lari, keluar (dari polsek)," ujar Usma, dilaporkan Liputan6.com, Kamis, 23 Mei 2019.

 

6 dari 7 halaman

Bersedih

Usma melihat dari jauh kios rokoknya. Badannya lemas. Barang dagangannya ludes dijarah.

" Semua diambil. Minuman, semua rokok diambil. Habis," kata dia.

Usma terasa sedih saat menceritakan kejadian tersebut. Matanya berkaca-kaca. Mengingat peristiwa yang memilukan itu.

" Habis semua, kenapa warung saya? Saya salah apa ya?" ujar dia.

Usai tragedi, Usma tegar. Dia merapikan kiosnya. Sekaligus mengingat tempatnya tidur jika malam datang.

" Selama ini saya numpang di pospol, saya bantu-bantu juga di sana. Sekarang hilang semua baju saya di sana habis terbakar," kata dia.

 

7 dari 7 halaman

Dana untuk Usman

Usma rencananya akan pulang ke kampung halaman di Kuningan, Jawa Barat. Dia ingin mencari modal agar bisa hidup di Jakarta.

Dia berharap tidak ada lagi kerusuhan di Jakarta.

Laman penggalangan dana, Kitabisa.com, telah membuka donasi untuk modal Usma.

" Bantu Pak Usma Untuk Berjualan Lagi!!"

Hingga saat ini, sudah terkumpul dana sebesar Rp29.462.437.(Sah)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone