Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Foto: Instagram @nurarisamaryam
Dream - Jalan setiap orang dalam memutuskan untuk masuk Islam tak semudah yang dibayangkan. Hal ini juga dialami Nur Arisa Maryam, seorang mualaf dari Jepang.
Hijabers cantik itu tidak diakui sebagai anak oleh ibunya setelah masuk Islam. Sang ibu enggan berbicara dengannya lagi.
Arisa yang semula mengikuti keyakinan orang tua merasa tersentuh dengan kisah dua wanita Muslim Jepang ketika kerja paruh waktu di sebuah pameran buku.
Mereka menceritakan kisah hijrah yang sangat menyentuh hati.
View this post on Instagram
"Saya begitu tersentuh dengan kisahnya, dan saya juga merasa lega ketika tahu bahwa saya bukan hanya satu-satunya yang khawatir tentang beralih (ke agama Islam). Saya tidak dapat menghentikan air mata yang mengalir,” kata Arisa dilansir dari Gana Islamika.
Ia pun mempelajari syahadat dan bertekad untuk masuk Islam. Meski hanya mengucapkan kepada diri sendiri, pada dasarnya ia yakin bahwa telah menjadi seorang Muslim.
“Saya mengucapkan syahadat di dalam kamarku. Meskipun ini tidak resmi, tetapi hatiku penuh dengan kebahagiaan, sebab saya merasa Allah melihatku. Alhamdulillah,” ujar Arisa.
Pengakuan Arisa begitu mengejutkan pihak keluarga. Ia mendapat reaksi yang kurang baik. Hal itu didasari oleh kekhawatiran mereka akan masa depan Arisa.
“Ibuku kaget saat saya memberitahunya. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa putrinya menjadi Muslim tanpa pemberitahuan sebelumnya. Dia benar-benar khawatir bahwa orang akan melihat saya secara berbeda dan menyerang saya, dan dia juga khawatir tentang pernikahan saya, karena dia tahu bahwa kita tidak memiliki banyak Muslim di Jepang," jelasnya.
Melihat ibunya yang kalut dengan berita mendadak itu, Arisa tidak putus asa. Ia bertekad untuk tetap bersikap baik terhadap sang bunda. Ia ingin membuatnya melihat dirinya lebih baik karena Islam.

Foto: Instagram @nurarisamaryam
Beruntungnya Arisa punya teman-teman yang suportif. Tak ada satu pun dari mereka yang mengatakan hal-hal buruk tentang Islam.
Selain itu, adik perempuannya juga ikut mendukung keputusan Arisa. Ia bahkan membantu Arisa untuk meyakinkan sang ibu. Namun di satu sisi, ia sempat merasa khawatir setelah menjadi mualaf.
Ia mengkhawatirkan bagaimana nanti studinya, pekerjaannya, menikah dan membangun rumah tangga. Kendati begitu, imannya tetap teguh dan bertahan hingga sekarang.
“Namun sekarang saya merasa bahwa hidupku untuk Allah, dan saya mempersiapkan hidupku untuk kehidupan selanjutnya," ujar Arisa.

Foto: Instagram @nurarisamaryam
Sang bunda kemudian luluh melihat keislaman putrinya. Ia berhasil melihat Islam dengan cara pandang yang berbeda. Beberapa tahun kemudian, bahkan sang nenek ikut menjadi mualaf dengan mengucap syahadat di Masjid Tokyo.
Masya Allah...
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya

Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda