Qari Juara MTQ Turki Diundang Jokowi ke Istana

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 28 Mei 2019 19:01
Qari Juara MTQ Turki Diundang Jokowi ke Istana
Syamsuri Firdaus meraih juara I MTQ Turki dan menerima penghargaan langsung dari Presiden Recep Tayyib Erdogan.

Dream - Syamsuri Firdaus membuat Indonesia bangga. Qari muda asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu dinobatkan sebagai Juara I MTQ Internasional ke-7 di Istanbul, Turki.

Syamsuri mendapat kesempatan bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta.

Pada Selasa, 28 Mei 2019 pukul 12.50 WIB, Syamsuri tiba di Istana Merdeka didampingi Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Muhammadiyah Amin.

Syamsuri tampak mengenakan baju gamis hitam. Sesaat kemudian, Syamsuri diarahkan menuju satu ruangan.

Kedatangan Syamsuri disambut Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Mereka kemudian berbincang di salah satu ruangan.

Dalam perbincangan tersebut Jokowi sempat bertanya siapa saja yang menjadi juara dalam ajang tersebut.

Di kesempatan itu pula, Syamsuri menjelaskan dia berhasil meraih Juara I. Untuk Juara II dan Juara III diraih delegasi Nigeria dan Qatar.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)

1 dari 6 halaman

Qari NTB Juara MTQ Internasional Bertemu Presiden Erdogan

Dream - Qari asal Bima, Nusa Tenggara Barat, Syamsuri Firdaus membuat Indonesia bangga. Dia meraih juara I dalam ajang MTQ Internasional yang digelar di Istanbul, Turki.

" Syamsuri terpilih sebagai wakil Indonesia pada MTQ Internasional di Turki setelah sebelumnya menjadi Juara II Kategori Remaja pada MTQ Nasional tahun 2018 di Medan," ujar Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kemenag, Juraidi, dikutip dari Kemenag.go.id, Senin 27 Mei 2019.

MTQ Internasional ini sudah tujuh kali digelar oleh Turki. Tahun ini, ajang ini diselenggarakan di Masjid Agung Camlica Istanbul pada 20-25 Mei 2019 diikuti peserta dari 68 negara kawasan Timur Tengah dan Eropa.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyerahkan langsung penghargaan kepada Syamsuri. Penyerahan itu disaksikan sejumlah pejabat Kementerian Agama Turki, wakil konsulat jenderal negara-negara sahabat termasuk KJRI di Istanbul yang diwakili PF Pensosbud, Iwan Wijaya M, serta Ali Sibromalisi selaku pendamping.

Juara II ajang ini diraih oleh peserta asal Nigeria. Sedangkan juara III diperoleh qari asal Qatar.

Menurut Juraidi, Syamsuri menambah daftar capaian prestasi qari dan qariah serta hafiz dan hafizah Indonesia di ajang internasional sepanjang 2019.

Sebelumnya, utusan Indonesia menyumbangkan prestasi seperti juara I qari di Iran, juara II qari di Kuwait, juara II qariah di Malaysia, juara II hafiz dan juara III hafizah di Brunei Darussalam serta juara I qari di Bahrain.

" Indonesia tahun ini belum bisa menyelenggarakan event MTQ tingkat internasional. Semoga itu bisa di tahun depan," kata Juraidi. (ism)

2 dari 6 halaman

Qari Indonesia Juara MTQ Dunia

Dream - Qari asal Jawa Barat, Salman Amrillah, semakin mengharumkan nama Bangsa Indonesia di dunia. Salman dinobatkan sebagai juara dunia dalam Musabaqah Tilawatil Quran Internasional yang berlangsung di Teheran, Iran, pada 10-15 April 2019.

Dikutip dari Laduni.id, lantunan merdu ayat suci Alquran Salman di Mushola Agung Imam Khomaini membuat juri kagum. Alhasil, dia ditempatkan pada posisi teratas pada kategori Tilawah tingkat dewasa, mengalahkan Qari asal Republik Islam Iran, Mehdi Cholamnejad.

Urutan ke tiga ditempati Qari asal Irak, Mohammad Ridha Salman. Sedangkan urutan ke empat dan kelima diisi Qari asal Mesir, Ahmad Samir Abdul Aziz Abdul Ghani, dan Qari asal Malaysia, Wan Ainuddin Hilmi.

MTQ internasional yang merupakan agenda rutin Pemerintah Republik Islam Iran ini diikuti oleh peserta dari 37 negara. Mereka berkompetisi dalam berbagai kategori yang dilombakan.

Indonesia mengirimkan lima wakil untuk mengikuti perlombaan ini. Mereka adalah Ummu Habibah Rochim asal Jawa Timur, Salman Amrillah dari Jawa Barat, Muhammad Rifqi Hawari dari Kepulauan Riau, Muhammad Khaerurozzaq asal Nusa Tenggara Barat, dan Sidiq Mulyana dari Jawa Barat.

3 dari 6 halaman

Hampir Semua Delegasi Indonesia Juara

Salah satu perwakilan Indonesia, Muhammad Rifqi Hawari, mengatakan ini merupakan kali pertama baginya mengikuti kejuaraan tingkat internasional. Dia mengaku bangga menjadi delegasi Indonesia.

" Meskipun ini pengalaman pertama kali saya mengikuti MTQ internasional, tapi saja pribadi percaya diri mampu berkompetisi dengan qori dari berbagai negara," ujar Rifqi.

Rifqi sempat masuk final kategori hafiz dan tilawah cabang remaja bersama rekan satu timnya, Muhammad Khaerrurozzaq. Dua qori ini sebelumnya kerap meraih penghargaan MTQ di tingkat regional maupun nasional.

" Saya juga merasa nyaman dengan kompetisi ini karena penyelenggaranya sangat ramah dan menyambut kami dengan senang, yang mereka sebut peserta dari negara muslim terbesar di dunia," kata Rifqi.

Di ajang ini pula, Rifqi dinobatkan sebagai Juara III kategori Tilawah tingkat remaja. Dia bersaing ketat dengan finalis dari Suriah, Kenya, Iran, dan Chad.

Sementara untuk kategori Fahmil Qur'an tingkat santri, Sidiq Mulyana dinobatkan sebagai Juara III.

Sumber: Laduni.id

4 dari 6 halaman

Kisah Menggugah Qariah Tuna Netra Selamat dari Gempa Palu

Dream - Kampung halamannya hancur dirusak gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter dan Tsunami hebat. Musibah itu tak menyurutkan semangat Hairunnisa Makarau, 20 tahun, untuk menunjukkan kemampuannya di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-27 di Medan, Sumatera Utara.

Nisa merupakan penyandang tuna netra. Meski begitu, kemampuannya dalam melantunkan ayat suci Alquran patut diacungi jempol.

Dia menjadi peserta cabang Tilawah Alquran Golongan Tuna Netra dan merupakan wakil dari Provinsi Sulawesi Tengah. Dia bersyukur seluruh keluarga selamat dari bencana hebat yang melanda Palu dan sekitarnya pada Jumat 28 September 2018.

" Alhamdulillah, keluarga saya selamat," ujar Nisa, dikutip dari Kemenag.go.id, Selasa 9 Oktober 2018.

Ketika gempa terjadi, Nisa mengaku tidak berada di rumah bersama keluarganya. Dia harus menjalani karantina di Asrama Haji Palu untuk mengikuti gelaran MTQ Medan.

Meski demikian, dia juga merasakan hebatnya guncangan gempa yang membuat kampung halamannya luluh lantak. 

Bungsu dari enam bersaudara ini berhasil menyelamatkan diri karena sudah hafal jalur menuju pintu keluar Asrama Haji Palu. Dia akhirnya mengungsi di depan lokasi karantinanya.

5 dari 6 halaman

Trauma Mendalam

Meski kesedihan Nisa dan teman-temannya belum reda, mereka harus bertolak dari Palu menuju Medan untuk mengikuti ajang MTQ. Nisa bersama rombongan Kafilah Sulteng terbang dari Palu menuju Balikpapan dengan menumpang pesawat Hercules pada Kamis, 4 Oktober 2018.

 Hairunnisa

Dari Balikpapan, mereka terbang menuju Surabaya untuk transit. Keesokan harinya, Kafilah Sulteng mendarat di Medan.

" Sampai saat ini saya masih trauma, apalagi di Medan ini saya menginap di hotel di lantai 5," ucap Nisa.

Namun demikian, semangat Nisa untuk berlomba tidak surut oleh bencana. MTQ Medan ini menjadi pengalaman pertama bagi Nisa.

 

6 dari 6 halaman

Syukur Hairunnisa

Nisa pun mengaku bahagia bisa mengikuti momen pembukaan MTQ. Apalagi, Presiden Joko Widodo sampai mengajak semua hadirin memanjatkan doa bersama untuk masyarakat Palu dan sekitarnya yang menjadi korban gempa dan tsunami.

" Saya bersyukur, masyarakat Indonesia saling peduli, khususnya buat pemerintahnya," kata Nisa.

 Hairunnisa

Tidak lupa, dia juga mengucapkan terima kasih kepada Jokowi yang telah peduli dengan para korban bencana.

" Pak Presiden, terima kasih banget karena kepeduliannya pada masyarakat Kota Palu dan sekitarnya," tutur Nisa.(Sah)

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-