Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Brightside.me
Dream - Kesenjangan sosial antara si kaya dan miskin adalah masalah yang dihadapi oleh banyak negara. Tidak hanya Indonesia dan negara-negara dunia ke tiga, masalah ini dialami hampir semua negara di dunia.
Berkaca dari kasus tersebut, sebuah proyek unik bernama Dollar Street mencoba menyoroti bagaimana orang-orang di seluruh dunia menjalani kehidupan sehari-hari.
Selama proyek ini berjalan, sekitar 30.000 foto dari 264 keluarga di 50 negara sudah terkumpul.
Hasilnya cukup mencengangkan, ada keluarga di dunia ini yang dapat hidup hanya dengan penghasilan kurang dari Rp200 ribu per bulan.
Kontras berbeda dengan keluarga di negara lain yang hidup dengan penghasilan lebih dari Rp100 juta per bulan.
Ingin lihat bagaimana perbedaan cara hidup mereka, yuk intip foto-fotonya dibawah ini:
1. Keluarga Butoyi, Burundi (Pemasukan Rp 300 ribu per bulan)

Imelda adalah seorang ibu tunggal berusia 41 tahun yang bekerja sebagai petani. Tidak ada air atau listrik di tempat tinggalnya.

Ia menghabiskan 80 persen penghasilanya untuk makan anak-anaknya. Imelda selalu bermimpi untuk dapat tinggal di tempat yang lebih baik.

Jika ingin mendapatkan air bersih harus berjalan sekitar 40 menit.

Buku usang ini adalah mainan favorit anak-anak Imelda.

2. Keluarga Gacotera, Filipina (Pengahasilan Rp2 juta per bulan)

Leo yang berusia 40 tahun adalah seorang petani dan penebang pohon. Dia sudah tinggal di rumahnya saat ini sekal kelahirannya.
Sang istri, Maria berusia 36 tahun seorang ibu rumah tangga. Mereka membesarkan 3 putra.
Sebanyak 50 persen dari pendapatannya dihabiskan untuk makan sehari hari.
Ini Tempat tinggal mereka:



Benda favorit

3. Keluarga Kiriny, Russia (Pendapatan per bulan Rp 8 Juta)

Pensiunan berumur 60 tahun, Vasiliy, dan sang istri, Olga yang bekerja sebagai guru tinggal bersama putri mereka, Varvara berusia 17 tahun.
Mereka tinggal di sebuah apartemen kecil dengan dua kamar tidur. Sekitar 70 persen pengahasilan mereka dihabiskan untuk makanan.
Mereka sangat menginginkan TV LCD, dan bermimpi untuk bisa tinggal di apartemen baru.
Ini rumah mereka:




4. Keluarga Moulefera, Prancis (Pendapatan Rp 41 juta per bulan)

Simo, seorang teknisi berusia 42 tahun dan Caroline, seorang arsitek berusia 39 tahun. Mereka memiliki 2 anak.
Keluarga ini tinggal di rumah pribadi dengan 4 kamar tidur. Untuk itu mereka harus membayar hipotek bulanan sebesar Rp 8 juta.
Mereka membelanjakan 30 persen pendapatannya untuk makanan. Uniknya keluarga ini tidak memiliki tabungan.
Ini rumah mereka:




5. Keluarga Bi, China (Pendapatan per bulan lebih dari Rp 100 juta)

Semua anggota keluarga, Bi Hua yang berusia 57 tahun, istirnya Yue Hen, dan keponakannya Meng bekerja bersama dalam bisnis keluarga.
Mereka tinggal di apartemen dengan 3 kamar tidur dan menghabiskan 30 persen pendapatan mereka untuk makanan.
Ini tempat mereka tinggal:





Tentu saja kebahagiaan bukan hanya tentang uang. Tetapi semua pasti setuju bahwa sulit untuk menjalani kehidupan ketika kebutuhan dasar seperti air dan listrik, makanan dan tempat tinggal tidak terpenuhi.
Bagaimana denganmu? Berapa banyak uang yang membuat dirimu percaya diri untuk menyambut hari esok. Tulis komentarmu dibawah ya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya