Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketum PBNU Said Aqil Siroj (Foto: Liputan6.com)
Dream - Nahdlatul Ulama (NU) sengaja mengambil tema Memperkuat Ukhuwah Wathoniyah untuk Kedaulatan Rakyat untuk konferensi besar mereka di Jawa Barat. Konferensi besar alim ulama NU ini juga sengaja digelar menjelang pemilu.
" Nahdlatul Ulama perlu mengingatkan bahwa sebagai manifestasi kedaulatan rakyat, hasil pemilu harus mampu menjunjung, menegakkan dan mewujudkan kedaulatan rakyat dalam seluruh sendi kebijakan penyelenggaran negara dan pemerintahan," kata Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 27 Februari 2019.
Konferensi besar alim ulama NU ini digelar di ondok Pesantren Miftahul Hudu Al Azhar, Citangkolo, Jawa Barat. Presiden Joko Widodo juga terlihat hadir dalam pembukaan itu. Terlihat pula tokoh NU, Ma'ruf Amin.
Dalam kesempatan itu, Kiai Said juga menyinggung tantangan Indonesia menghadapi revolusi industri 4.0 yang berdampak besar. Mengutip data Pensil Global Institute, dia menyebut revolusi industri akan menghilangkan 800 ribu lapangan kerja di seluruh dunia pada 2030.
" Khusus di Indonesia, akan ada 3,7 juta lapangan kerja yang baru tetapi ada sekitar 52,6 juta lapangan kerja yang berpotensi hilang akibat revolusi industri 4.0," ujar dia, dikutip dari NU Online.
Salah satu sektor yang Said akan sulit menghadapi gejala global itu adalah sektor pertanian. Dia menyebut terdapat 30 persen petani tradisional yang akan terancam.
" Yang terseok-seok di tengah gelombang revolusi industri 4.0. Masih sangat ketinggalan para petani kita," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya