Bertamu Lebih dari 3 Hari, Ini Anjuran Rasulullah

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 23 Mei 2016 13:02
Bertamu atau mengunjungi orang lain merupakan amalan yang sangat baik. Tetapi, amalan tersebut jangan dijalankan dengan seenaknya.

Dream - Bertamu atau mengunjungi orang lain baik saudara, kerabat maupun teman sejawat merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Amalan ini kerap disebut sebagai silaturahim.

Meski baik, berkunjung ke rumah orang lain tidak boleh dilakukan dengan seenaknya. Terdapat beberapa adab yang dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Dikutip dari laman nu.or.id, dalam hadis yang diriwayatkan Al Bukhari dalam kitab Adabul Mufrat diatur ketentuan mengenai adab berkunjung.

" Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamu dengan menjamunya sehari semalam. Jamuan hak tamu hanya berjangka tiga hari. Lebih dari itu, jamuan bersifat sedekah. Tidak boleh bagi tamu untuk menginap di tempat tuan rumah sehingga menyusahkannya."

Dalam contohnya, bertamu dianjurkan untuk tidak mengganggu pemilik rumah. Misalnya, tidak bertamu pada jam istirahat atau jam kerja. Membuat janji dengan orang yang akan dikunjungi tentu akan lebih baik.

Jika bertamu, dianjurkan untuk tidak membuat pemilik rumah kerepotan. Sang tamu harus mengerti keadaan pemilik rumah sehingga ada saling pengertian yang akan menuntun pada kebaikan dan keberkahan.

Sementara bagi pemilik rumah, dianjurkan menghormati tamu dengan cara yang baik dan sopan. Menjamu tamu merupakan adab yang dianjurkan.

Jika memungkinkan, mengajak tamu menginap merupakan amalan yang cukup baik barang satu, dua, hingga tiga malam. Lebih dari itu, maka akan dihitung sedekah bagi pemilik rumah.

Sumber: nu.or.id

Beri Komentar
Makna Tersembunyi Di Balik Kehadiran 6 Hewan Ini