Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Dream - Menjadi tua adalah sunatullah. Setiap tahun, umur manusia akan bertambah. Ada baiknya kita iringi pertambahan usia itu dengan catatan amal yang meningkat.
Sepanjang usia, amalan yang kita kerjakan akan selalu dicatat oleh malaikat, untuk diperhitungkan di Hari Akhir. Tetapi, kita pernah mendengar adanya pendapat yang menyebut amalan tidak dihitung jika telah berusia 70 tahun. Benarkah demikian?
Mereka yang masih percaya dengan anggapan itu beralasan jika umur setelah 61 tahun adalah bonus yang diberikan Sang Khalik. Batas umur itu merujuk pada usia wafatnya Nabi Muhammad SAW.
Dikutip dari laman konsultasi syariah, beramal adalah kewajiban setiap manusia hingga mati. Hal itu tertuang dalam Alquran Surat Al Hijr ayat 99.
Beribadahlah kepada Rabmu sampai datang kepadamu yakin.
Salim bin Abdullah bin Umar, Mujahid, Hasan Al Bashri, Qatadah, dan Abdurrahman bin Zaid bin Azlam menafsirkan kata 'yakin' pada ayat tersebut dengan 'mati'.
Tafsir tersebut merujuk pada makna kata yakin dalam Surat Al Muddatsir ayat 44-46, yang berarti mati.
Kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, (44) dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, (45) dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, (46) hingga datang kepada kami yakin.
Oleh karena itu, sangatlah tidak benar pendapat yang menyebut amalan manusia ketika berusia 70 tahun tidak dihitung. Kapanpun manusia beramal, akan selalu dicatat kecuali bagi tiga golongan ini: orang gila, orang tidur, dan anak kecil hingga baligh.
Hal ini seperti hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Nasai, Abu Daud, dan Turmudzi.
Pena catatan amal itu diangkat (tidak dicatat amalnya, pen.), untuk tiga orang: orang gila sampai dia sadar, orang yang tidur sampai dia bangun, dan anak kecil sampai dia baligh.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam