Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi
Dream - Berikut ini urutan berita yang paling banyak di-share pembaca Dream pekan ini :
Kelahiran anak merupakan peristiwa penting yang sangat dinantikan setiap pasangan orangtua. Setelah lahir, biasanya sang ayah akan langsung mengumandangkan Azan dan Iqamah ke telinga anaknya yang baru lahir.
Azan dikumandangkan pada telinga bagian kanan, sedangkan Iqamah dikumandangkan pada telinga kiri. Hal ini sesuai dengan sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, dengan harapan anak itu tumbuh dalam kesalehan dan ketaatan kepada Allah.
Namun, mengumandangkan Azan dan Iqamah tidak hanya sebatas menjalankan anjuran Rasulullah. Lebih dari itu, kegiatan ini ternyata berdampak medis yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.
Ulama cendekiawan muslim dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, DR. Karyono Ibnu Ahmad mengatakan, saat sang ayah mengumandangkan adzan di telinga kanan, maka suara tersebut dapat merangsang saraf kecerdasan bayi untuk berfikir. Sedangkan iqamah yang dikumandangkan di telinga kiri, dapat merangsang kecerdasan emosi atau rasa si bayi. Namun hal ini harus disertai doa kepada Allah SWT.
Sementara itu, berdasarkan penelitan Mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang, As’ad Syamsul Arifin mengungkapkan adanya hubungan antara nilai edukasi dan pengaruh adzan di telinga bayi baru lahir. Dalam penelitian yang berjudul “ Nilai-Nilai Edukatif dalam Hadits Nabi: Studi Analisis Terhadap Hadits Nabi tentang Adzan di Telinga Bayi” disebutkan bahwa hadits tentang adzan di telinga bayi yang baru lahir mengandung hikmah dan nilai-nilai pendidikan agama pada anak, terutama sekali pendidikan tauhid dan pendidikan ibadah.
© Dream
Dream - Menjelang siang denyut Pompeii, belum sepenuhnya menyala. Warga kota megah di kaki Gunung Vesuvius, Italia itu masih terlelap sisa pesta semalam suntuk hari sebelumnya.
Nyaris menjadi kebiasaan warga kota, menggelar pesta mengumbar semua kegilaan duniawi. Semua jenis minuman ditenggak. Jangan tanya seberat apa kadar alkoholnya. Jiwa seperti terbang dari raga. Pergaulan bebas.
Namun, hari itu, 24 Agustus tahun 79 Masehi, penghuni Pompeii yang masih asyik di peraduan tersentak. Mata yang masih berat pun terpaksa terbuka ketika ranjang empuk bergetar hebat. Langit rumah ikut bergoyang.
Belum ada semenit, mereka kembali dikagetkan suara gemuruh yang turun dari gunung Vesuvius. Dalam sekejap, patung-patung besar dari perunggu berpose mesum, gedung teater, pemandian, arena gladiator serta rumah bordil --landmark termasyhur kota itu-- roboh.
Orang-orang tumpah ke jalanan dengan pandangan kosong tak berdaya. Mereka bertanya, " Apa yang sesungguhnya sedang terjadi?" tulis Pliny muda (pejabat dan penyair Romawi) menceritakan kisah menyeramkan itu lewat surat-surat bersejarahnya yang kemudian dilansir kantor berita Inggris, BBC.
Kengerian itu sejatinya baru dimulai, saat mata mereka terbelakak melihat batu besar terlempar ke langit beserta lahar panas yang kemudian menghujam bumi. Semua itu muntahan isi 'perut' gunung Vesuvius yang tengah murka.
Letusan itu berlangsung seharian. Tanpa ada peringatan serta jalan keluar, 20.000 orang penghuninya terjebak. Lahar panas yang berlimpah ruah memanggang Pompeii. Membumihanguskan semua tanda-tanda kehidupan.
Kota yang berdiri di bawah pemerintahan Kaisar Romawi Nero lenyap seketika. Terkubur lahar panas dan debu sedalam hingga tiga meter. Sejak itu Pompeii pun dilupakan orang.
Pompeii secara tak sengaja ditemukan...
© Dream
Dream - Cuaca ekstrim yang sering terjadi di Tanah Suci rupanya tak mempengaruhi suhu udara di Masjidil Haram. Kegiatan thowaf yang menghabiskan banyak energi khususnya pada siang hari, tidak sedikitpun melemahkan para jamaah. Disebut-sebut berkat marmer yang terdapat di Masjidil Haram yang terasa sejuk.
Sempat ada beberapa anggapan bahwa adanya mesin penyejuk ruangan atau AC yang dipasang di bawah marmer. Namun hal itu ditepis. Lantai Masjidil Haram selalu terasa sejuk dikarenakan ahan dari lantai marmer itu adalah marmer jenis thassos. Yaitu marmer asli yang berasal dari Yunani.
Marmer ini memiliki sifat memiliki efek dingin jika terkena panas dan sebaliknya. Hal ini dijelaskan langsung oleh Kepala Peneliti Masjid, Abdul Mohsin bin Hamid.
" Tidak hanya lantai, bahkan setiap ruangan dalam Masjidil Haram akan terasa sejuk meski cuaca begitu ekstrim," ungkapnya.
Karena lantai marmer ini, setiap orang yang beribadah thowaf tidak akan merasa panas di telapak kakinya dan tidak perlu berjalan berjingkat-jingkat ketika melakukan thowaf di siang hari sekalipun tidak memakai alas kaki.
© Dream
Dream - Pola perekrutan Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan segera diubah. Kebijakan penghentian sementara atau moratorium PNS baru juga tak berlaku menyeluruh.
Menteri Perdayagunaan Apatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Yuddy Chrisnandi menjelaskan pola penerimaan Calon PNS akan bergeser dari basesd on recruitment menjadibased on requirment.
Artinya, proses seleksi tidak lagi didasarkan pada usulan yang bersifat kuantitatif. Nantinya, penerimaan akan diukur lewat kebutuhan objektif instansi secara kualitatif akuntabel.
" Saya harap para Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) segera menyampaikan desain dan analisis kebutuhan pegawai untuk lima tahun ke depan, berdasarkan kebutuhan objektif melalui analisis jabatan dan analisis beban kerja. Kirimkan melalui e-formasi," kata Yuddy seperti dikutip dari laman menpan, Jumat, 21 Agustus 2015.
Yuddy menjamin, teknis pelaksanaan tes dalam seleksi CPNS kini berlangsung lebih ketat, transparan dan memangkas praktik manipulatif melalui penggunaan Computer Assited Test (CAT).
" Dengan sistem CAT, semua memiliki peluang yang sama. Yang menentukan kelulusan adalah kompetensi yang bersangkutan," imbuhnya.
Selain fase penerimaan pegawai, semua tahapan manajemen pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) juga harus memperhatikan pengembangan pegawai, promosi, kesejahteraan, manajemen kinerja, disiplin dan etika, maupun pensiun.
Menghadapi persainagan global, Yuddy menilai manajemen ASN yang berbasis sistem merit menjadi kebutuhan penting.
Data Global Competitiveness Report 2013-2014 (World Economic Forum, 2013), menempatkan Indonesia pada rangking 38 untuk kemudahan berusaha (easy of doing business). Memang meningkat dibanding tahun sebelumnya, tetapi masih tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.
© Dream
Dream - Chen Xingyin, 48 tahun bukan seorang pria dengan tubuh normal. Petani asal desa Tongxin, distrik Fengdu, kota Chongqing, Tiongkok ini kehilangan kedua tangannya akibat kecelakaan saat berusia 7 tahun.
Tetapi, kisah hidup Chen mampu melumerkan hati para netizen. Meski tidak bertangan, dia tidak pernah menyerah dalam berusaha dan bekerja serta tidak lelah merawat ibunya.
Chen selalu mengerjakan pekerjaannya sendiri dan tidak membutuhkan bantuan. Mulai dari bercocok tanam, beternak, memasak, mencuci baju, hingga menyuapi sang ibu yang berusia 88 tahun, dia lakukan tanpa mengandalkan bantuan orang lain.
Sejak 2004, Chen yang merupakan anak bungsu dari enam bersaudara ini merawat ibunya. Sang ibu hanya bisa tergeletak di ranjang lantaran menderita bronchitis. Chen menyuapi ibunya menggunakan mulut tiga kali sehari.
Setiap hari, Chen selalu keluar rumah pukul 3 sore. Dia pergi ke ladang membawa hewan ternaknya berupa 20 ekor kambing untuk merumput.
Saat bertani dan memasak, Chen menjalankan kegiatannya menggunakan dua kakinya. Chen begitu piawai memanen juga merontokkan biji jagung.
Kemandirian dan pengabdian Chen kepada ibunya menjadikan namanya terkenal di masyarakat sekitar. Para orangtua yang tinggal di desanya menjadikan Chen sebagai contoh dalam mendidik anak-anak mereka.
" Meski dia tidak punya lengan, dia tetap bekerja dengan cepat dibandingkan kebanyakan orang," kata salah satu tetangganya.
Sepanjang tahun, Chen telah melatih kakinya untuk mencuci, memotong dan memasak makanan. Sekarang, tampaknya tidak ada satupun pekerjaan yang cukup sulit bagi Chen.
Kisah Chen yang luar biasa mampu meluluhkan hati netizen.
" Dalam beberapa hal, kakinya terlihat lebih berguna dibandingkan tangan saya. Respek saya pada dia kebanyakan adalah bagaimana kerasnya dia bekerja membuat kehidupannya lebih baik, bukan mengandalkan bantuan dari orang lain," ujar salah satu netizen.
" Saya merasa ingin menangis ketika saya melihat gambar saat dia menyuapi ibunya," kata netizen lainnya.
" Orang-orang seperti dia layak mendapat perhatian lebih dan patut kita jadikan contoh. Saya mengharapkan dia selalu bahagia," tulis seorang netizen.
Sumber: Shanghaiist.com
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya