Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Masyarakat Beit Jala, Tepi Barat, Palestina Memprotes Pembangunan Tembok Pembatas Yerusalem (972mag.com)
Dream - Militer Israel berencana membangun tembok di Beit Jala, Tepi Barat. Mereka telah menebang sejumlah pohon untuk membangun tembok itu untuk memisahkan Yerusalem.
Langkah itu memicu kemarahan warga Beit Jala. Baik muslim maupun Kristen memutuskan bersatu menggelar aksi protes pembangunan tersebut.
Kunjungi juga alkitab online.
Protes dilakukan dengan menggelar longmarch sepanjang jalur pembangunan tembok tersebut. Para demonstran juga merusak sebuah pos penjagaan militer yang selama ini menjadi penghalang bagi para petani Palestina untuk bisa masuk dan bekerja di tanahnya sendiri.
Sejumlah tokoh agama memilih melibatkan diri dalam aksi demonstrasi tersebut. Ini karena tembok tersebut akan menjauhkan mereka dari Yerusalem, kota suci tiga agama.
" Tujuan pembangunan tembok itu adalah untuk menutup Beit Jala dari segala arah," ujar Tokoh Muslim setempat, Salah, dikutip Dream dari 972mag.com, Selasa, 25 Agustus 2015.
Salah merupakan warga desa Ni'ilin, dekat Ramallah. Dia memutuskan ikut dalam aksi protes tersebut.
" Mereka mengambil tanah, pohon-pohon, dan mata pencaharian, serta menghukum warga di sini tanpa alasan. Kami datang ke sini untuk mengirimkan pesan, bahwa kami bisa mengalahkan tembok ketika kami, warga Palestina, bersatu. Baik muslim maupun Kristen," kata dia.
Pernyataan yang sama disampaikan oleh Pendeta Paolo dari Gereja Katolik Beit Jala. Dia melibatkan diri dalam aksi penentangan tersebut.
" Kami di sini karena mereka membangun tembok yang akan memisahkan Beit Jala dari Yerusalem. Kami datang ke sini untuk mengatakan ini tanah kami, dan kami akan melawan pembangunan tembok agar bisa hidup secara damai. Seluruh gereja di Beit Jala menentang pembangunan tembok pemisah itu, dan kami kesini untuk memberitahu para tentara, keluar dari sini, ini bukan tanah kalian," ungkap Paolo.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
