Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
CEO Facebook Mark Zuckerberg Saat Menghadiri Senat AS (Foto: Anadolu Agency)
Dream - Bos Facebook Mark Zuckerberg menyampaikan permohonan maaf di hadapan Senat Amerika Serikat pada Selasa, 10 April 2018. Zuckerberg mengakui 87 juta data pribadi Facebook disedot pihak ketiga.
Terkait persoalan kebocoran data, Zuckerberg menyatakan telah bekerja sama dengan penyidik khusus FBI, Robert Muller, dalam investigasi campur tangan Rusia di Pemilu Presiden AS 2016.
" Saya sebenarnya tidak tahu tentang panggilan permintaan itu. Saya sadar mungkin ada (panggilan), tapi kami bekerja dengan mereka (penyidik khusus)" kata Zuckerberg.
Dilaporkan CNN, tahun lalu, Facebook sempat mengatakan berbagi konten dan informasi kepada Muller. Informasi dan konten itu terkait dengan lebih dari 3.000 iklan yang dijual ke akun-akun Rusia.
Februari 2018, penasihat khusus Presiden AS Donald Trump menuduh 13 oknum dan tiga perusahaan asal Rusia melakukan intervensi pada pilpres AS.
Salah satu pihak yang dituduh yaitu Badan Riset Internet Rusia. Organisasi itu dituding menabur benih perselisihan dalam sistem politik negeri Paman Sam.
Zuckerberg menyebut kedekatan Facebook dengan segelintir orang Rusia dalam rangka kepentingan bisnis. " Kami perlu investasi untuk menjadi lebih baik dalam hal ini," kata Zuckerberg.
Sementara itu mengenai data yang digunakan Cambridge Analytica, Zuckerberg menyebut, " Sudah jelas bahwa kami tidak cukup banyak mencegah, alat-alat ini digunakan untuk hal yang membahayakan."
Sumber: Liputan6.com/Happy Ferdian Syah Utomo
(Beq)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya