Ahok Minta Maaf Bicara Kotor, Aiman Jawab `Ngeyel`

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 20 Maret 2015 14:42
Ahok Minta Maaf Bicara Kotor, Aiman Jawab `Ngeyel`
"Tapi sikap saya jelas, untuk koruptor dan kemunafikan, saya tidak akan pernah minta maaf untuk ketidaksantunan saya terhadap mereka."

Dream - Ucapan kasar Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) yang sempat terlontar saat tengah siaran langsung dengan Kompas TV pada Selasa malam 17 Maret 2015, menimbulkan berbagai komentar di publik.

Ahok pun meminta maaf atas ucapannya itu melalui akun twitter resminya @basuki_btp. " Saya minta maaf kepada publik atas kejadian saat wawancara beberapa hari lalu. Saya sedang sangat kesal dengan kemunafikan," tulis Ahok, Jumat 20 Maret 2015.

Namun dalam tweet selanjutnya, Ahok menulis; " Tapi sikap saya jelas, untuk koruptor dan kemunafikan, saya tidak akan pernah minta maaf untuk ketidaksantunan saya terhadap mereka."

Dalam wawancara live pada Selasa malam, 17 Maret 2015, sang presenter, Aiman Witjaksono sudah mengingatkan kepada Ahok bahwa wawancaranya ini disiarkan secara langsung. 

Ahok saat itu mengungkapkan kemarahannya tentang hak angket yang dilakukan DPRD terkait APBD DKI 2015. Ia juga kesal karena sudah berkali-kali menjawab soal foto istrinya.

Mantan Bupati Belitung Timur menegaskan, foto istrinya itu memang benar, tetapi bukan sedang memimpin rapat soal Kota Tua seperti yang dituduhkan. Kata Ahok, semua orang bisa datang dan duduk di kursi gubernur. Tapi kali ini istrinya malah kena tuding.

Ahok sudah mengatakan ketidaksukaannya saat ditanya berulang-ulang soal kasus itu. Dia sudah memberi penjelasan kepada sang presenter.

" Ngeyel saja. Sudah saya jelasin, masih ngeyel gitu. Nggak ngerti. Terus dia (Aiman) bilang ini live, gua sengaja aja, siapa suruh live sama gua," ujar Ahok ketika itu.

Dituding ngeyel oleh Ahok, Aiman Witjaksono memberikan keterangan melalui akun Twitternya, @AimanWitjaksono, Rabu 18 Maret 2015. Berikut tweet-nya:

1. Saya ingin menjawab soal “ ngeyel” dari hasil wawancara LIVE saya dengan pak Gubernur DKI Jakarta, kemarin.

2. Sebagai jurnalis, saya selalu konsisten untuk tetap mengikuti Hati Nurani

3. Selain nurani, sebagai jurnalis saya menjunjung Independensi.

4. Nurani yg mendorong saya untuk perdalam latar belakang dari setiap isu yang berkembang.

5. Dari Independensi saya selalu merasa bebas dalam menggali

6. Saya pun tak pernah puas, dengan jawaban Narasumber yang tak tuntas.

7. Meskipun dari sikap ini, ada resiko yang saya kandung.

8. Saya ikhlas, mengambil resiko itu.

9. Karena saya percaya, dari Nurani & Independensi ada makna Kebenaran di dalamnya.

(Ism) 

1 dari 1 halaman

PNS DKI `Angkat Tangan`

Dream - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Agus Suradika mengungkapkan banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI Jakarta yang mengundurkan diri pasca perombakan besar-besaran pada Januari lalu.

Agus menyebutkan alasan para PNS ini mengundurkan diri karena merasa syok dan tidak cocok dengan perombakan tersebut. Tidak ada alasan pasti PNS ini mengajukan pengunduran diri.

" Yang mundur itu ada karena merasa tidak cocok, kaget lah. Yang mau mundur itu banyak. Itu implikasinya luas, makanya kita berikan pembinaan," ujar Agus di Balai Kota Jakarta.

Seperti dikutip dari laman asncpns.com, Kamis, 19 Maret 2015, besarnya pendapatan PNS DKI Jakarta yang fantastis tentu membawa pada besarnya beban kerja yang diemban. Apalagi ditambah dengan gaya kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) yang menuntut semua PNS untuk bekerja cepat dan efisien.

Ahok pun tidak menampik banyak PNS maupun pejabat eselon di Pemprov DKI yang tidak sanggup bekerja dalam tekanan. Pegawai tidak bisa lagi main belakang dengan mengutak atik anggaran, hanya bisa menerima gaji serta tunjangan sebagai haknya.

" Mungkin karena sudah tidak bisa dapat duit yang enak lagi dan harus kerja keras. Kalau jadi Gubernur kayak saya juga mungkin banyak yang tidak tahan kerja dari pagi sampai malam terima gaji doang, tidak mau korupsi. Tapi kan ada juga (pejabat) yang kayak saya gitu kan," tanggap Ahok.

Beri Komentar
Terlahir Tuli, Anak Ray Sahetapy Lulus Cum Laude di New York