BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Foto: Twitter @ditjen_imigrasi
Dream - Nursaka, bocah pelajar sekolah dasar di Entikong, Kalimantan Barat, membuat hati netizen luluh. Tinggal di Serawak, Malaysia mengikuti orang tua, bocah yang biasa disapa Saka itu harus berjuang menempuh pendidikan dengan melintasi dua negara.
Ya, Saka adalah pelajar kelas tiga sebuah SD di Sontas, Entikong. Saban hari dia harus melintas perbatasan Malaysia-Indonesia untuk mengenyam pendidikan dengan berjalan kaki.
Kisah Saka langsung menjadi perbincangan netizen di sosial media. Kisahnya viral setelah sebuah video diunggah di akun twitter @ditjen_imigrasi.
Tinggal di Malaysia, Saka adalah seorang warga negara Indonesia. Dia terpaksa tinggal di Tebedu, Serawak, Malaysia mengikuti orang tuanya yang bekerja di tempat itu.
Bersekolah dan tinggal di dua negara berbeda tak membuat Saka menyerah. Sebaliknya, Saka menggantungkan cita-cita cukup tinggi untuk menjadi seorang dokter di masa depan.
Di balik mimpi besar itu, Saka ternyata memendam sebuah harapan. Seperti anak seusiannya, Saka ingin memiliki sepeda untuk pergi ke sekolah. Namun keinginan itu terus disimpan karena orangtuanya yang belum bisa mengabulkan keinginannya itu.
Nursaka berharap Presiden RI, Joko Widodo dapat memenuhi keinginannya untuk memiliki sepeda.
Keinginannya itu terjawab.
Jokowi langsung memenuhi permintaan Saka dengan memberinya sepeda. Kabar gembira tersebut diunggah oleh akun twitter resmi Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham RI) @kemenkumham_RI, Kamis 13 September 2018.
" Alhamdulillah, terimakasih Pak @jokowi atas hadiah sepeda untuk Nursaka (8) atau yang biasa dipanggil Saka, setiap harinya sekolah dan melintasi batas Malaysia-Indonesia via PLBN Entikong.
Semangat ya dik Saka!!, mari bersama bangun bangsa kita!," tulis @kemenkumham_RI.
Dalam unggahan tersebut, pengelola akun Twitter Kemenkumhan menyertakan sebuah video singkat yang menunjukkan betapa bahagianya Saka mendapat hadiah dari Jokowi.
" Terima kasih Pak Jokowi," ucap Saka sambil mengacungkan jari jempolnya.
Simak videonya dibawah ini.
Alhamdulillah, terimakasih Pak @jokowi atas hadiah sepeda 🚲 untuk Nursaka (8) atau yang biasa dipanggil Saka, setiap harinya sekolah dan melintasi batas Malaysia-Indonesia via PLBN Entikong.
Semangat ya dik Saka!!, mari bersama bangun bangsa kita!! 💪🏼#SepedaUntukSaka pic.twitter.com/SGPdcugjZp— #kamiPASTI (@Kemenkumham_RI)13 September 2018
(Sumber: Twitter/@Kemenkumham_RI)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
