Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Facebook.com/Neti Moffitt
Dream - Seorang ibu asal Queensland, Australia, kaget bukan Kepalang. Dia mendapati sisa irisan jeruk untuk putranya yang berusia 2 tahun berubah warna menjadi ungu tua.
Ya, jeruknya berubah warna menjadi ungu layaknya tinta pemilu, wanita bernama Moffitt ini sungguh tak abis pikir.

" Saya pergi mengaduk-aduk tempat sampah untuk mencari tiga potongan yang dimakan oleh putra saya, dan tentu saja warnanya lebih ungu daripada yang ditinggalkan di bangku," katanya kepada ABC News.
" Pikiran pertama saya adalah saya berharap itu tidak berdampak buruk pada anak saya. Tapi dia baik-baik saja, sama sekali bukan drama." Pungkasnya.
Kejadian langka ini membuat lembaga pemerintah Australia turun tangan untuk menyelidikinya.
Queensland Health pergi ke rumah Moffitt untuk mengumpulkan sisa irisan jeruk, pisau yang biasa dia pakai untuk memotong, dan pisau pengasah.

" Hanya ada satu kasus lain yang dilaporkan. Jika itu semacam jamur aneh yang mencintai asam atau reaksi yodium pada pisau, bukankah informasi itu akan diketahui secara luas?" kata Moffitt.
Sementara itu kejadian yang sama juga pernah terjadi di tahun 2015 lalu.
Adalah Angela Postle yang mengatakan kepada Nine News bahwa dia membiarkan irisan jeruk untuk anak-anaknya namun pada pagi harinya irisan jeruk-jeruk itu ditemukan telah berubah warna.
Setelah diperiksa, warna itu bukanlah berasal dari pewarna buatan dan bukan juga yodium.
Sementara para ilmuwan masih berusaha mengungkap misteri ini, pengguna Twitter telah mengungkapkan ide-ide mereka akan penyebab kasus ini.
Saran mereka termasuk antosianin, pigmen keunguan gelap yang ditemukan dalam buah beri, kubis, dan beberapa sayuran akar.
(ism, Laporan: Rahma Yulius)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya