BPOM Musnahkan Obat Tradisional yang Bisa Bahayakan Ginjal

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 25 November 2016 18:20
BPOM Musnahkan Obat Tradisional yang Bisa Bahayakan Ginjal
Peredaran obat tradisional berbahan kimia obat telah menyebar hampir ke seluruh wilayah di Indonesia.

Dream - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memusnahkan ratusan ribu obat tradisional berbahan kimia ilegal senilai Rp7,3 miliar di Karawang, Jawa Barat. Ratusan ribu obat tradisional ilegal tersebut merupakan hasil operasi BPOM di salah satu pabrik di Parung, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito obat tradisional yang dimusnahkan selain mengandung bahan kimia obat juga tak memiliki izin edar resmi. Meski begitu, peredaran obat tradisional berbahan kimia obat tersebut sudah menyebar ke hampir seluruh Indonesia.

Penny mengatakan obat tradisional itu berbahaya bagi kesehatan. Sebab, reaksi bahan-bahan yang dikandung obat tradisional itu juga tergolong dapat merusak organ vital dan kesadaran.

" Kandungan obat tradisional berbahan kimia obat itu berupa bahan-bahan yang berbahaya bagi ginjal dan kesadaran. Jika dikonsumsi berlebihan dapat mengakibatkan kesadaran di luar tubuh," ucap Penny, Jumat, 25 November 2016.

Dalam operasi di Parung, BPOM berhasil mendapat otak pembuatan obat tradisional berbahan dasar kimia berinisial JS alias L. Pelaku kini masih dalam proses pemeriksaan dan pemberkasan oleh pihak kepolisian.

" Ancaman hukuman sesuai Undang-undang no 36 tahun 2008 adalah 15 tahun kurungan penjara dan denda sebesar Rp1,5 miliar," ucap dia.

Menurut keterangan Penny, Selama periode bulan Desember 2015 hingga September 2016, BPOM menemukan 43 obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat. Dari jumlah tersebut 26 diantaranya tidak memiliki izin edar.

Obat tradisional yang ditemukan didominasi mengandung senyawa sildenafil. Senyawa sildenafil merupakan obat untuk disfungsi ereksi dan hipertensi arteri pulmonal atau dikenal dengan nama lain viagra. Dalam obat tradisional berbahan kimia obat, senyawa sildenafil kerap digunakan tanpa kadar aturan pakai.

Dia meminta masyarakat untuk mewaspadai peredaran obat tradisional berbahan kimia obat.

" Ingat selalu Cek KIK, pastikan kemasan dalam kondisi baik, memiliki izin edar Badan POM, dan tidak melebihi masa kadaluwarsa," ucap dia.(Sah)

Beri Komentar