Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream – Dua mahasiswa ditahan di Turki atas tuduhan menghasut kebencian dan menghina nilai-nilai agama. Keduanya dituding telah membuat poster berisi gambar Kabah namun dibubuhi bendera lambang LGBT.
Dikutip dari ABC News, penangkapan dua mahasiswa tersebut dilakukan pada Sabtu malam pekan lalu setelah pejabat tinggi Turki membanting poster yang dipajang di sebuah pameran di Universitas Bogazici, Turki.
" LGBT sesat, tidak menghormati Kabah Agung," ujar Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu, lewat Twitternya.
Pejabat tinggi pemerintah dari partai konservatif Turki berbasis Islam mengutuk poster tersebut. Juru bicara partai oposisi utama sekuler yang kukuh juga mengecam karya seni itu, menyebutnya sebagai provokasi dan serangan terhadap nilai-nilai suci.
Pernyataan tersebut muncul setelah klub penelitian Islam Universitas Bogazici, Turki membanting poster tersebut di media sosial. Aksi itu mendorong orang menggunakan twitter dengan hastag yang mengecam poster tersebut, LGBT dan universitas.
Direktur urusan agama Turki, yang sebelumnya membuat kegemparan dengan mengatakan homoseksualitas membawa penyakit dan dibela oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan, menyatakan akan mengambil tidakan hukum.
Pada poster tergambar adanya makhluk mitos setengah wanita dan setengah ular bersamaan dengan bendera LGBT, lesbian, transgender, dan orang-orang aseksual.
Kantor gubernur Istanbul mengatakan telah menangkap lima orang dan sedang mencari dua tersangka lagi. Satu orang dibebaskan, dua ditempatkan dalam tahanan rumah dan dua lagi dipenjara menunggu persidangan.
Polisi menggeledah klub mahasiswa seni rupa dan LGBTI+ di universitas tersebut. Mereka menyita buku tentang kelompok Kurdi yang dilarang dan bendera pelangi.
Rektor Universitas Bogazici, Melih Bulu, menyatakan lewat Twitter serangan terhadap nilai-nilai Islam tidak dapat diterima. Juga tidak memiliki tempat dalam nilai-nilai universitas.
Sebenarnya lebih dari 300 karya seni yang dibuat kelompok tersebut untuk memprotes rektor baru. Kelompok LGBTI+ mengatakan pada akun twitter mereka, bahwa mereka bersama-sama berdiri untuk menolak rektor baru, yang hanya menargetkan studinya sendiri.
" Semua karya seni terbuka untuk kritik. Tapi mengadili seni hanyalah pembatasan kebebasan berekspresi," bunyi pernyataan tersebut.
Reporter: Josephine Widya
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa